Berita Internasional
Berawal Pertengkaran Keluarga, 3 Pria Hanyut di Laut Selama 2 Hari
Salah satu korban melompat ke laut setelah terlibat pertengkaran dengan anggota keluarganya.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Tiga pria terombang-ambing selama dua hari di laut Vietnam.
- Ketiganya ditemukan selamat.
- Kejadian berawal saat salah satu korban terjun ke laut setelah terlibat pertengkaran keluarga.
TRIBUNJATENG.COM, HANOI - Topan Kalmaegi melanda Vietnam pekan lalu.
Tiga pria berhasil ditemukan selamat setelah hanyut selama lebih dari 40 jam di laut.
Operasi penyelamatan dilakukan pada Sabtu (8/11/2025) di perairan tengah Vietnam melalui koordinasi tiga kapal penyelamat.
Baca juga: Mobil dan Orang-Orang Terbakar, tapi Banyak yang Justru Sibuk Buat Video dan Foto
Ketiganya ditemukan secara terpisah setelah sempat terbawa arus dan hilang sejak Kamis (6/11/2025).
Salah satu korban, Duong Quang Cuong (44), melompat ke laut usai terlibat pertengkaran dengan anggota keluarganya.
Dua rekannya, Le Quang Sanh dan Pham Duy Quang, berusaha menyelamatkan Cuong dengan menggunakan perahu kecil dan mengenakan jaket pelampung.
Namun nahas, perahu yang mereka gunakan terbalik.
Ketiganya pun hanyut dan sempat terpisah satu sama lain selama dua hari di tengah laut.
Korban pertama yang ditemukan adalah Pham Duy Quang.
Ia diselamatkan oleh kapal penyelamat Hai Nam 39 pada Sabtu pagi, di sebelah selatan Pulau Ly Son, titik awal keberangkatan mereka.
“Kami benar-benar terkejut, rasanya seperti keajaiban. Tak seorang pun dari kami mengira dia masih hidup,” ujar Kapten kapal Hai Nam 39, Phan Hau (40), kepada AFP.
“Sebagian besar dari kami mengira hanya akan menemukan jasadnya, bukan orang yang masih bernapas,” lanjut dia.
Setelah penyelamatan tersebut, otoritas pelabuhan mengerahkan kapal penyelamat kedua, An Vinh Express.
Sekitar dua jam kemudian, tim penyelamat berhasil menemukan Le Quang Sanh yang terlihat hanyut di laut dengan mengenakan kemeja hitam.
“Awalnya kami tidak sadar itu dia. Kami mencari benda berwarna merah karena mengira dia masih mengenakan jaket pelampung. Ternyata rompinya sudah dia lepas,” jelas Hau.
Menurut Hau, Sanh melepas rompi pelampungnya untuk melambai ke kapal yang lewat, tetapi rompi tersebut tersapu ombak.
Ketika ditemukan, ia masih dalam keadaan sadar, meski tampak linglung.
“Dia sempat bertanya, ‘Mengapa kalian mencariku? Aku hanya berenang,’” ucap Hau menirukan.
Sementara itu, Duong Quang Cuong, pria yang pertama kali melompat ke laut, ditemukan oleh kapal penyelamat ketiga yang beroperasi lebih dekat ke Pulau Ly Son.
Ketiganya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Hingga Senin (10/11/2025), belum ada informasi resmi terkait kondisi medis mereka.
Istri Quang, Tran Thi Lau (45), mengatakan bahwa kondisi suaminya mulai membaik.
“Kesehatan Quang berangsur stabil. Semua orang di seluruh Vietnam sangat gembira,” ucapnya kepada AFP.
“Kebahagiaan saya luar biasa. Tapi kondisinya belum sepenuhnya stabil, jadi kami belum tahu kapan dia bisa pulang dari rumah sakit,” tambahnya.
Topan Kalmaegi menghantam wilayah tengah Vietnam pada Kamis (6/11/2025) dan menewaskan sedikitnya lima orang.
Sebelumnya, badai tersebut juga menyebabkan kerusakan besar di Filipina, dengan jumlah korban meninggal lebih dari 200 orang. (*)
Baca juga: Aktris Korea Lumpuhkan Perampok Bersenjata yang Satroni Rumahnya Dini Hari
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-laut-2.jpg)