Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Pengamat Unsoed: Setelah Khamenei Wafat, Dunia Tunggu Arah Baru Iran

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinilai akan menjadi titik balik besar bagi dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah.

Tayang:
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Aditia Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinilai akan menjadi titik balik besar bagi dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah.

Pengamat Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) Purwokerto, Dr Agus Haryanto, menyebut bahwa dunia kini menunggu arah baru pemerintahan Iran setelah wafatnya tokoh yang selama lebih dari tiga dekade memegang otoritas politik dan agama tertinggi di negara tersebut.

Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi, pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat.

Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu (1/3/2026) dan langsung menetapkan masa berkabung nasional.

Agus Haryanto mengatakan, konfirmasi kematian Khamenei dari pemerintah Iran menunjukkan bahwa kabar yang sebelumnya disampaikan oleh Amerika Serikat dan Israel benar adanya.

"Ayatullah Khamenei dikonfirmasi telah gugur oleh Iran. Mereka barusan menyatakan masa berkabung selama 40 hari.  Artinya, konfirmasi kematian beliau benar sebagaimana yg diungkapkan Amerika dan Israel beberapa waktu sebelumnya," kata Agus kepada Tribun Jateng, Minggu (1/3/2026). 

Menurut Agus, wafatnya Khamenei akan menjadi tantangan besar bagi masa depan Iran, baik dari sisi perang yang sedang berlangsung maupun konstelasi politik dalam negeri.

"Ini akan jadi tantangan besar untuk masa depan Iran, tidak hanya soal perang yang sekarang di hadapi, tetapi juga konstelasi politik dalam negeri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan sebelumnya Khamenei telah menyiapkan Iran untuk menghadapi konflik jangka panjang.

"Khamenei menyatakan sebelumnya, dan seingat saya berulangkali bahwa beliau menyiapkan Iran untuk perang jangka panjang. Dan telah menentukan siapa penggantinya. Kematiannya menurutnya hanya soal waktu," kata Agus.

"Kini kita menunggu bagaimana pemerintah Iran mengumumkan siapa pengganti, dan kebijakan terbarunya," sambungnya. 

Serangan yang menewaskan Khamenei dilaporkan terjadi di kompleks kediamannya.

Media Israel Channel 12 yang dikutip Times of Israel menyebutkan bahwa Israel, setelah berkoordinasi dengan Amerika Serikat, menjatuhkan sekitar 30 bom di kompleks kediaman Khamenei.

Sementara itu, media Fars melaporkan Khamenei terbunuh di kantornya saat sedang menjalankan tugas pada dini hari Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved