Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Prabowo Putuskan Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) dari Indonesia ke Gaza, Palestina.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng hari Ini Selasa 17 Maret 2026 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) dari Indonesia ke Gaza, Palestina.

"Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda," tulis keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026). 

Keputusan penundaan pengiriman pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Nasional atau ISF ini diambil Prabowo setelah Indonesia menangguhkan pembahasan BoP mengingat eskalasi perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meluas di kawasan Timur Tengah.

"Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah," demikian keterangan Bakom RI. 

Terkait penyelesaian konflik antara Amerika Serikat-Israel versus Iran yang saat ini sedang berperang, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator.

Menurut Prabowo, konflik ini telah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia. 

Sementara itu, Prabowo mengajak semua pihak yang berkonflik harus bersedia berdialog untuk mengakhiri perang.

"Saran saya selalu mencari opsi damai," ucap Prabowo dalam keterangan Bakom RI. 

Lebih jauh, Prabowo menyebut RI bergabung dengan BoP untuk kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Prabowo meyakini Indonesia bisa memengaruhi BoP dari dalam.

"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," ujar Prabowo. 

Siap dikirim

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, Indonesia memiliki 20.000 prajurit TNI yang siap dikirim ke Gaza untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF).

Namun karena negara lain hanya mengirim ratusan prajurit, Indonesia hanya mengirimkan 8.000 orang. 

“Tapi ternyata negara-negara lain itu cuma kirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya,” kata Sjafrie saat ditemui di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, 12 Maret lalu. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved