Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran Sumur di Blora

Inilah Identitas dan Peran Masing-masing Tersangka Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora

Polres Blora resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
TERSANGKA SUMUR MINYAK ILEGAL - Tiga tersangka kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Blora, Kamis (28/8/2025).(Dok. Polres Blora) 

 

Amankan Pipa Paralon

 

Belasan pipa paralon yang diduga digunakan sebagai penanda titik calon sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, diamankan pihak kepolisian.


Hal itu menindaklanjuti atas laporan yang tengah beredar di masyarakat. Sekaligus sebagai upaya pencegahan adanya sumur-sumur minyak ilegal baru.


Pasalnya, salah satu sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, beberapa waktu lalu terbakar. Hingga menewaskan empat orang, dan satu balita masih dalam kondisi kritis.


Dengan bahayanya potensi sumur minyak ilegal yang tidak dikelola sesuai standar, baik dari sisi teknis pengelolaan, keamanan, bisa mengancam keselamatan warga.


Kasihumas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, mengatakan ada 17 paralon yang diamankan oleh pihak kepolisian dari wilayah Desa Gandu.


"Menyikapi terkait temuan-temuan di lapangan, utamanya terkait informasi dari masyarakat adanya paralon-paralon yang dimungkinkan dipasang oleh masyarakat sebagai penanda sebagai titik calon sumur minyak baru masih kami dalami."


"Namun demikian Polsek Bogorejo dalam hal ini yang selaku penanggung jawab dari wilayah didampingi dari Polres, pada Selasa kemarin telah melaksanakan pengamanan, beserta dengan perangkat desa, melakukan pengamanan paralon-paralon yang ditancap di beberapa titik di seputaran Dukuh Gendono."


"Total  paralon yang kami amankan sebanyak 17 paralon. Sementara ini masih dalam tahap inventarisir," jelasnya, Kamis (28/8/2025).


Paralon-paralon itu sebagian ditemukan di area rumah warga sekitar.


Lebih lanjut, menurutnya saat ini masih terus dilakukan inventarisir terhadap dugaan adanya paralon-paralon lain yang masih dipasang.


"Nanti total berapa yang sudah diamankan akan kami informasikan," terangnya.


Saat ditanya, apakah akan dilakukan penertiban di desa-desa yang lain, AKP Gembong mengatakan masih menunggu dari tim terpadu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved