Berita Cilacap
AWAS Cuaca Ekstrem Saat Peralihan Musim di Cilacap, 211 Desa Rawan Bencana
Peralihan musim di Cilacap membawa ancaman bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai masyarakat.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Peralihan musim di Cilacap membawa ancaman bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai masyarakat.
BPBD Kabupaten Cilacap mencatat, 124 desa di 21 kecamatan masuk kategori rawan banjir.
Selain itu, 87 desa di 12 kecamatan berpotensi terdampak longsor, terutama di wilayah perbukitan dan utara Cilacap.
Baca juga: Satpol PP Cilacap Tertibkan 16 PKL, Atur Ulang Pemanfaatan Trotoar
Baca juga: 100 Persen Kembali Dikelola Putra Daerah, PSCS Cilacap Target Lolos Liga Nasional
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budi Setyawan mengatakan, berbagai langkah kesiapsiagaan telah dilakukan.
"Kami sudah menyiapkan personel, sarana prasarana, hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa yang rawan bencana," ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, pemantauan lapangan kini semakin ditingkatkan melalui personel UPT dan relawan kebencanaan.
"Kalau hujan deras turun dengan durasi lama, potensi banjir dan longsor bisa muncul sewaktu-waktu, sehingga deteksi dini sangat penting," jelasnya.
Budi juga menekankan pentingnya kesiapan warga untuk mengurangi dampak bencana.
"Kami minta masyarakat memahami jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat, serta kebutuhan mendesak lainnya," katanya.
Baca juga: Proyek Pembangunan Pasar Kroya Cilacap Mandek, Ardana Galuh Minta Warga Tenang
Baca juga: Groundbreaking Akhir Tahun, Pagar Proyek Citimall Mulai Terpasang di Jalan Juanda Cilacap
Dia menambahkan, kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana di tahap awal.
"Pengalaman menunjukkan bahwa penyelamatan pertama justru sering bergantung pada kesiapan warga sendiri," tegasnya.
Sementara itu, BMKG menyebut tanda-tanda transisi musim sudah mulai terasa di Cilacap.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, hujan masih berpotensi mengguyur wilayah Cilacap dalam beberapa hari ke depan.
"Meski belum dominan, indikasi awal musim penghujan sudah muncul, dan masyarakat perlu tetap waspada," ungkapnya.
Dia menilai perubahan cuaca cepat bisa memicu genangan, banjir bandang, hingga longsor di daerah berbukit.
"Masyarakat harus lebih siap sejak dini agar dampak bencana tidak meluas," kata Teguh.
Dengan kondisi ini, pihaknya mengimbau warga Cilacap untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan peringatan dini cuaca. (*)
| Viral Supriadi Napi Kasus Korupsi Ngopi Bebas di Cafe Langsung Dipindah ke Nusakambangan |
|
|---|
| Detik-Detik Pasien Jatuh dari Lantai 3 RSUD Cilacap, Sempat Ditahan Keluarga |
|
|---|
| Pasien RSUD Cilacap Tewas Usai Lompat dari Lantai Tiga, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap |
|
|---|
| Ramai Soal "El Nino Godzilla" Ancam Kemarau Panjang, BMKG Cilacap Buka Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Istri Gugat Cerai Suami Mendominasi Angka Perceraian di Cilacap, 3 Bulan Capai 1.461 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250919-_-Hujan-Deras-di-Cilacap.jpg)