Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

AWAS Cuaca Ekstrem Saat Peralihan Musim di Cilacap, 211 Desa Rawan Bencana

Peralihan musim di Cilacap membawa ancaman bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai masyarakat.

TRIBUN JATENG/RAYKA DIAH SETIANINGRUM
HUJAN DERAS - Hujan deras mengguyur wilayah Cilacap, Jumat (19/9/2025). BPBD meminta warga selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di peralihan musim saat ini. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Peralihan musim di Cilacap membawa ancaman bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai masyarakat.

BPBD Kabupaten Cilacap mencatat, 124 desa di 21 kecamatan masuk kategori rawan banjir.

Selain itu, 87 desa di 12 kecamatan berpotensi terdampak longsor, terutama di wilayah perbukitan dan utara Cilacap.

Baca juga: Satpol PP Cilacap Tertibkan 16 PKL, Atur Ulang Pemanfaatan Trotoar

Baca juga: 100 Persen Kembali Dikelola Putra Daerah, PSCS Cilacap Target Lolos Liga Nasional

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budi Setyawan mengatakan, berbagai langkah kesiapsiagaan telah dilakukan.

"Kami sudah menyiapkan personel, sarana prasarana, hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa yang rawan bencana," ujarnya, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, pemantauan lapangan kini semakin ditingkatkan melalui personel UPT dan relawan kebencanaan.

"Kalau hujan deras turun dengan durasi lama, potensi banjir dan longsor bisa muncul sewaktu-waktu, sehingga deteksi dini sangat penting," jelasnya.

Budi juga menekankan pentingnya kesiapan warga untuk mengurangi dampak bencana.

"Kami minta masyarakat memahami jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat, serta kebutuhan mendesak lainnya," katanya.

Baca juga: Proyek Pembangunan Pasar Kroya Cilacap Mandek, Ardana Galuh Minta Warga Tenang

Baca juga: Groundbreaking Akhir Tahun, Pagar Proyek Citimall Mulai Terpasang di Jalan Juanda Cilacap

Dia menambahkan, kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana di tahap awal.

"Pengalaman menunjukkan bahwa penyelamatan pertama justru sering bergantung pada kesiapan warga sendiri," tegasnya.

Sementara itu, BMKG menyebut tanda-tanda transisi musim sudah mulai terasa di Cilacap.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, hujan masih berpotensi mengguyur wilayah Cilacap dalam beberapa hari ke depan.

"Meski belum dominan, indikasi awal musim penghujan sudah muncul, dan masyarakat perlu tetap waspada," ungkapnya.

Dia menilai perubahan cuaca cepat bisa memicu genangan, banjir bandang, hingga longsor di daerah berbukit.

"Masyarakat harus lebih siap sejak dini agar dampak bencana tidak meluas," kata Teguh.

Dengan kondisi ini, pihaknya mengimbau warga Cilacap untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan peringatan dini cuaca. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved