IVADE, Komunitas Vespa Asal Demak yang Sudah Eksis Sejak 1997
Di tengah derasnya arus modernisasi kendaraan, deru mesin klasik Vespa masih terdengar akrab di jalanan Kabupaten Demak
Penulis: faisal affan | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Di tengah derasnya arus modernisasi kendaraan, deru mesin klasik Vespa masih terdengar akrab di jalanan Kabupaten Demak.
Ikatan Vespa Demak (IVADE), komunitas pecinta Vespa yang berdiri sejak Juli 1997, dan hingga kini tetap aktif menjaga eksistensi serta persaudaraan di antara anggotanya.
Ketua IVADE, Aan, mengisahkan bahwa komunitas ini awalnya terbentuk hanya dari kesamaan hobi. Namun seiring perjalanan waktu, IVADE berkembang menjadi wadah sosial yang memberi manfaat lebih luas.
“Awalnya hanya kumpul-kumpul penggemar Vespa. Tapi lama-lama, kami aktif juga di kegiatan sosial, seperti bakti sosial ke panti asuhan, membantu kaum dhuafa, hingga aksi kemanusiaan di tempat-tempat umum,” jelas Aan, Sabtu (4/10/2025).
Saat ini, IVADE memiliki sekitar 57 anggota dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pekerja swasta, guru, polisi, hingga pensiunan.
Keberagaman itu justru menjadi kekuatan, karena yang menyatukan bukan profesi atau status, melainkan cinta pada Vespa dan rasa kebersamaan.
“Bisa dibilang, yang menyatukan kami bukan pekerjaan, tapi kecintaan pada Vespa dan persaudaraan yang lahir dari sana,” tambahnya.
Bagi para anggota, Vespa bukan sekadar kendaraan tua. Ia menjadi simbol kenangan, gaya hidup, sekaligus sarana membangun solidaritas.
Touring pun menjadi agenda rutin mereka, meski tidak selalu terjadwal. Rute perjalanan beragam, dari pegunungan hingga pantai, bahkan sekadar berkemah di alam terbuka.
“Sudah tidak terhitung berapa kali touring. Kadang kalau ada waktu luang, ya langsung jalan saja, tidak harus menunggu libur panjang,” ungkap Aan.
Setiap perjalanan selalu meninggalkan cerita. Rombongan Vespa tua yang melintas kerap menarik perhatian warga, bahkan sering berhenti sejenak untuk berinteraksi.
Dari sana, mereka ingin menunjukkan bahwa komunitas motor juga bisa membawa pesan positif.
Aan menegaskan, IVADE bukan sekadar klub motor hobi. Lebih dari itu, komunitas ini adalah ruang belajar berbagi, menanamkan rasa solidaritas, dan menjaga nilai persaudaraan.
“Harapan kami, Vespa tidak hanya dinikmati pemiliknya, tapi juga memberi makna bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Meski telah berjalan lebih dari 25 tahun, IVADE tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung. Syaratnya sederhana: memiliki Vespa dan kesediaan untuk aktif dalam kegiatan.
Di balik mesin klasik yang menderum pelan, semangat solidaritas dan sosial terus mengalir. Membuat IVADE bukan hanya bagian dari jalanan Demak, melainkan juga bagian dari kehidupan sosial masyarakatnya.(afn)
| Garis Polisi Kelilingi Dapur SPPG Desa Pilangwetan Demak, Ada Apakah? |
|
|---|
| Ini Ciri-ciri Pria Misterius Pamerkan Alat Kelamin di Perbatasan Jepara Demak, Plat Motor K-3909-BZ |
|
|---|
| Warga Demak yang Rumahnya Hanyut Diterjang Banjir Dapat Bantuan Rumah 6 X 6 Meter |
|
|---|
| Viral Video 38 Detik, 2 Wanita Labrak Pria Pamer Alat Kelamin di Perbatasan Demak-Jepara |
|
|---|
| Petani Terdampak Banjir Demak Diminta Lapor untuk Klaim Asuransi, Begini Cara Teknisnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251004_vespa.jpg)