Breaking News
Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Merawat Serayu, Menjaga Harapan Energi Berkelanjutan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terus dipacu di tengah derasnya sedimentasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Khoirul Muzaki
JADI DARATAN - Kondisi Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman (Mrica) Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebagian area waduk tertutup eceng gondok dan sedimen hingga menyerupai daratan, Selasa (21/10/2025). 

“Kita juga melakukan kolaborasi dan pemberdayaan, misal sekolah lapang petani kopi dan pemberdayaan peternak kambing perah,”katanya

Solusi Urusan Perut

Kerusakan DAS Serayu sebenarnya disadari warga di kawasan hulu. Mereka sadar aliran Serayu adalah sumber energi terbarukan untuk memenuhi kenutuhan listrik nasional. 

Sayangnya pengetahuan itu tidak dibarengi upaya serius untuk menjaga DAS agar tetap berfungsi normal. 

Fajar Okta, warga Desa Batur Kecamatan Batur sekaligus Pengelola Komunitas Bukit Petarangan mengakui,  sedimentasi dipicu deforestasi akibat penebangan pohon secara liar untuk pembukaan lahan warga. 

Kondisi ini diperparah dengan penerapan pola pertanian yang tak memerhatikan kaidah konservasi. 

Penggunaan pupuk dan racun kimia yang tak terkendali membuat kesuburan tanah hilang hingga mudah tererosi.  Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga merusak ekosistem DAS Serayu hingga mempercepat laju sedimentasi. 

“Tanah sudah gak sehat, sehingga mudah terbawa hujan ke Serayu,”katanya

Mengatasi degradasi lingkungan di sepanjang DAS Serayu yang meliputi sejumlah kecamatan bukan hal mudah. Apalagi isu tersebut bersinggungan dengan urusan perut yang sulit diajak kompromi. 

Kasus pembalakan liar untuk pembukaan lahan pertanian sulit ditanggulangi. Petani tak mungkin dilarang menanam holtikultura tanpa penghasilan pengganti. 

Tapi berkat perjuangan gigih Fajar dan komunitasnya, masalah pelik itu perlahan terurai.   

Pihaknya bekerja sama dengan PT Indonesia Power UBP Mrica berusaha memulihkan hutan dengan menanam pohon yang menghasilkan secara masif di lahan-lahan kritis. 

Pihaknya membawa isu krisis air bersih akibat deforestasi agar masyarakat lebih peduli.  Menyadari banyaknya sumber mata air yang hilang akibat deforestasi, warga akhirnya mau berpartisipasi. 

“Kita berjuang dengan masyarakat untuk kepentingan sumber air bersih. Kalau hutan rusak,  masyarakat tidak bisa konsumsi air bersih,”katanya

Pihaknya juga tak segan memidanakan para perambah hutan sebagai efek jera, bekerja sama dengan penegak hukum. Pihaknya sampai memproduksi pupuk organic sebagai solusi agar petani tidak bergantung pupuk kimia yang merusak. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved