Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Merawat Serayu, Menjaga Harapan Energi Berkelanjutan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terus dipacu di tengah derasnya sedimentasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Khoirul Muzaki
JADI DARATAN - Kondisi Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman (Mrica) Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebagian area waduk tertutup eceng gondok dan sedimen hingga menyerupai daratan, Selasa (21/10/2025). 

Tetapi bermacam manfaat itu bisa terhenti jika problem sedimentasi tak teratasi.   PLTA Mrica terancam tutup dalam beberapa tahun ke depan akibat parahnya sedimentasi.  

Padahal, pembangkit yang menghasilkan listrik 3 x 59.8 Megawatt ini bagian dari suplai interkoneksi listrik Jawa dan Bali. 

Merawat keberlangsungan PLTA Mrica berarti menjaga komitmen pemerintah untuk menurunkan jumlah pembangkit berbasis bahan bakar fosil, serta semangat energi hijau untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen. 

“Kapasitas waduk sekarang hanya tersisa 10 persen,”katanya

Tentunya, Nazrul menandaskan, ini bukan hanya tanggung jawab PLN Indonesia Power UBP Mrica. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu yang menyumbang sedimentasi di waduk terjadi akibat degradasi lingkungan di hulu, khususnya dataran tinggi Dieng.  

Masyarakat di sepanjang DAS Serayu dinilainya juga punya peran vital untuk ikut menjaga keberlanjutan Waduk Mrica. DAS Serayu bukan hanya penting bagi operasional PLTA, namun juga menjadi denyut nadi kehidupan warga di 5 kabupaten.

Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk merawat DAS Serayu masih kurang. Nazrul menyayangkan pihaknya seolah jadi penanggung jawab tunggal atas berbagai permasalahan DAS Serayu, khususnya sedimentasi. 

“Padahal kita hanya mengelola di waduk, tengah, kita menerima kiriman sedimen dari hulu,”katanya

PLN Indonesia Power UBP Mrica mencatat, rata-rata sedimen yang mengendap di Waduk Mrica sebanyak 3,7 juta meter kubik per tahun. 

Sampai penghujung tahun 2024, total sedimen yang mengendap di Waduk Mrica sebanyak 133 juta meter kubik. 

Dengan 3 kapal dredger yang beroperasi tiap hari, pihaknya hanya mampu mengatasi sekitar 2 juta meter kubik per tahun. Sisanya, 1,7 juta meter kubik sedimen tertinggal dan mengendap di waduk. 

“Jadi ada saatnya nanti akan penuh,”katanya

Dengan keterbatasan alat dan sumber daya, upaya pengelolaan waduk dengan mengangkat sedimen akan berat jika faktor pemicu sedimentasi di hulu tak teratasi. 

Karenanya, pihaknya menggandeng stakeholder dan komunitas untuk memasifkan penanaman pohon di sepanjang DAS Serayu guna menekan erosi. 

Sejauh ini, sudah 420.325 bibit tanaman keras, termasuk aren dan kopi yang ditanam di 10 kecamatan di kabupatan Banjarnegara dan Wonosobo. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved