Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Merawat Serayu, Menjaga Harapan Energi Berkelanjutan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terus dipacu di tengah derasnya sedimentasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Khoirul Muzaki
JADI DARATAN - Kondisi Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman (Mrica) Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebagian area waduk tertutup eceng gondok dan sedimen hingga menyerupai daratan, Selasa (21/10/2025). 

Dengan berbagai upaya terstruktur itu, ia mengklaim kasus pembalakan liar di wilayah Kecamatan Batur Dieng bisa terkurangi. 
 
Siapa sangka, misi penghijauan PT Indonesia Power  sinkron dengan kebutuhan para peternak di Kabupaten Banjarnegara

Gayung bersambut. Maman Fansyah, founder Koperasi Bima Lukar yang beranggotakan peternak bekerja sama dengan perusahaan negara itu untuk penanaman tanaman pakan di sepanjang DAS Serayu. 

Bagi peternak seperti Maman, biaya terbesar usaha ternak ada di pakan. Dengan menanam sendiri tanaman pakan, peternak bisa menghemat pengeluaran sehingga laba maksimal. 

“Yang ditanam adalah tanaman konservasi tapi bisa untuk pakan ternak, misal Kaliandra dan Indigofera,”katanya

Penanaman tanaman konservasi bernilai ekonomi, khususnya bagi peternak ini sekaligus menjadi solusi pemulihan DAS Serayu. 

Peternak yang merasa diuntungkan pastinya akan ikut merawat tanaman itu dan DAS Serayu. 

Maman dan komunitasnya kini mendirikan Kampung Ilmu Serayu Network untuk belajar konsep pertanian terpadu yang selaras dengan misi konservasi lingkungan, bekerja sama dengan PT Indonesia Power. 
Di situ, komunitas bukan hanya membahas bisnis pertanian, namun juga menyalakan semangat untuk merawat lingkungan, khususnya DAS Serayu.     

“Tanpa bilang ayo konservasi, kita langsung menanam untuk pakan ternak. Bicara dengan masyarakat itu harus ada hubungannya dengan perut,”katanya

Sementara itu, Akademisi Universitas Indonesia (UI) Imam Prasojo ikut menyoroti masalah sedimentasi Waduk Mrica yang mengancam operasional PLTA. 

Jika sedimentasi Waduk Mrica tidak teratasi, tidak menutup kemungkinan bendungan itu jebol hingga terjadi banjir bandang dan operasional PLTA Mrica terhenti. 

Bukan hanya melahirkan bencana, berhentinya PLTA akan menghambat target bauran energi terbarukan yang dicanangkan pemerintah. 

“Kita bergantung lagi ke batu bara,”katanya 

Karena itu, Imam Prasojo ikut getol memperjuangkan pemulihan lahan kritis yang membuat kondisi Waduk Mrica semakin memprihatinkan. 

Ia bersama komunitas pegiat lingkungan dan PT PLN Indonesia Power menggandeng lima kepala daerah yang dilintasi Sungai Serayu untuk menjaga keberlangsungan DAS Serayu. Hingga berikirim surat ke Presiden RI. 

Imam juga mendorong pemanfaatan limbah sedimentasi Waduk Mrica menjadi berbagai produk bernilai jual. Misal lewat kerja sama dengan pengrajin bata merah di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana mengapresiasi ikhtiar akademisi dan para aktivis lingkungan dalam menjaga kelestarian Waduk Mrica dan pemulihan kawasan hutan.

Ia pun  mendukung wacana pemanfaatan sedimen Waduk Mrica untuk bahan baku bata merah para pengrajin di Banjarnegara

Ini bukan hanya bisa mendongkrak perekonomian warga melalui industri batu bata. Tapi juga bisa ikut mengurangi tingkat sedimentasi di Waduk Mrica. 

Ia juga tak menutup kemungkinan akan menggunakan material itu untuk pembangunan fisik di Banjarnegara.

"Jika memungkinkan, kami akan instruksikan agar bangunan fisik di Banjarnegara menggunakan batu bata produk dari Mrica," katanya.

20251023_penanaman bibit di hutan Patarangan_3
PENGHIJAUAN- Proses penanaman bibit di hutan Patarangan Kecamatan Batur, Dieng Banjarnegara oleh relawan.

Perbanyak PLTM

Sedimentasi menjadi masalah umum di hampir seluruh PLTA di bawah naungan PT PLN Indonesia Power UBP Mrica. 

Hanya, menurut Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica Nazrul Very Andhi, kondisi Waduk Mrica terbilang paling kritis. 

Selain mempertahankan operasional PLTA yang sudah ada, PT Indonesia Power UBP Mrica yang menjadi tulang punggung ketenagalistrikan nasional juga memperbanyak Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). 

Selain untuk menambah kapasitas produksi listrik, keberadaan PLTM sekaligus bagian dari komitmen terhadap penggunaan EBT. 

Sejumlah PLTMH yang dikelola atau bekerja sama dengan UBP Mrica tersebar di berbagai daerah. Di antaranya PLTM Gunung Wugul, PLTM Siteki dan PLTM Plumbungan di Banjarnegara, serta PLTM Lambur dan PLTM Harjosari di Pekalongan. 

“PLTM ada yang mengelola PLN, ada juga swasta yang bekerja sama dengan PLN,”katanya

UBP Mrica sendiri mengelola 34 unit pembangkit yang tersebar di 9 kabupaten atau kota di Jawa Tengah dengan kapasitas terpasang 333.78 megawatt. 

Meskipun berkapasitas produksi sedikit, di bawah 10 megawatt, kontribusi PLTM dalam pemenuhan ketersediaan listrik cukup vital. 

Salah satu yang terbaru dibangun adalah PLTM Gunung Wugul yang beroperasi sejak tahun 2021. Pembangkit berkapasitas 2 x 1.5 MW itu memanfaatkan energi aliran air Sungai Urang di Kecamatan Banjarmangu.

Pembangunan PLTM Gunung Wugul berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Pengoperasian PLTM tersebut berhasil mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang masih dipakai unit pembangkit lain. 

Di sisi lain, pihaknya juga berharap proyek pembangunan PLTA Maung Banjarnegara yang sempat terhenti agar dilanjutkan. 

Baca juga: Membatik dibalik Jeruji, Aksi Support Women oleh Srikandi PLN Tebar Semangat Jelang Hari Pahlawan

Pembangunan PLTA Maung yang digadang mampu menghasilkan listrik 230 MW akan mendukung pemenuhan kebutuhan bauran energi dari EBT sebesar 23 persen, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN

Selain itu, keberadaan PLTA Maung juga bisa mengurangi laju  sedimentasi di Waduk Mrica. 

“Karena sedimennya ada yang tertahan di Maung, sehingga yang ke Waduk Mrica terkurangi,”katanya. (aqy)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved