Berita Cilacap
Wajah Baru Kutawaru, Desa Terisolasi yang Kini Berdikari
Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku), warga Kutawaru terberdayakan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Sebuah ikon Patung Kepiting bertuliskan “Kampoeng Kepiting” seakan menyambut setiap tamu yang datang.
Di tempat itu lah, warga Kutawaru merajut harapan. Di balik rimbun Mangrove dan air tambak yang tenang, mengalir banyak cuan.
Bekas tambak udang itu kini tak pernah sepi wisatawan. Tempat yang dulu jarang terjamah kini menjelma jadi rujukan wisata makan.
Tiap hari, tempat itu diserbu para pecinta kuliner untuk menjajal olahan sea food, khususnya kepiting yang jadi menu andalan.
“Kampoeng Kepiting buka tiap hari, paling ramai week end,”katanya
Kampoeng Kepiting adalah contoh bagaimana mata rantai usaha dari hulu ke hilir bisa bersatu.
Di tempat itu kepiting dibudidayakan, di situ pula biota laut itu dijual jadi makanan olahan.
Beberapa saung bergaya Jawa berdiri di atas lahan tambak. Suara ketukan wajan sesekali terdengar di tengah riuh canda pelanggan menanti hidangan.
Aroma sedap masakan yang hampir matang menyeruak, membuat lidah semakin tak sabar. Berbagai hidangan lezat dari olahan udang, kepiting, kakap hingga bawal laut berhasil memenuhi rasa lapar.
“Ini hasil budidaya dan tangkapan nelayan sendiri,”katanya.
Tambak Terbengkalai
Keberhasilan Kampoeng Kepiting Kutawaru bukan sulapan. Ada peran Pertamina yang setia melakukan pendampingan. Juga ada keringat para anggota bermental pejuang.
Ini diakui Rato, Local Hero sekaligus Ketua Kelompok Mamaku .
Sebelum dibuka Kampoeng Kepiting, area ini dulunya bekas tambak udang yang terbengkelai. Untuk membuka tambak, Hutan Mangrove dibabat hingga ekosistem rusak dan rentan abrasi.
Sayangnya, saat usaha itu surut, bekas tambak udang ditinggalkan, tanpa direhabilitasi. Lewat pendampingan Pertamina, kelompok Mamaku memanfaatkan lahan itu sehingga lebih produktif.
“Kita berdiri tahun 2019, dapat support 100 persen dari Pertamina lewat CSR,”kata Rato, Local Hero sekaligus Ketua Kelompok Mamaku
| Masuk Hutan Bersama Orang Tua, Pemuda di Bantarsari Cilacap Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Didominasi Cuaca Ekstrem, Total 34 Bencana Terjang Cilacap Selama April 2026 |
|
|---|
| Nelayan Kecil di Cilacap Masih Bisa Melaut Paka Solar Subsidi, Stok Dipastikan Aman |
|
|---|
| BREAKING NEWS Lupa Matikan Tungku Saat Masak Air, Rumah Lansia di Cilacap Hangus Terbakar! |
|
|---|
| Slamet ABK KM ULI Jaya 01 Meninggal di Perairan Cilacap, Diduga Awal Serangan Jantung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251031_merawat-kepiting-di-Kampoeng-Kepiting-Cilacap_1.jpg)