Berita Cilacap
Wajah Baru Kutawaru, Desa Terisolasi yang Kini Berdikari
Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku), warga Kutawaru terberdayakan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Tambak dibiarkan tetap menggenang. Tanah sisa sekitarnya ditanami Mangrove yang akarnya menjadi rumah bagi biota laut, seperti ikan, udang dan kepiting.
Hingga berjalannya waktu, tambak yang dulunya mati kembali hidup. Ekonomi tumbuh.
Di pojok tambak, puluhan galon bekas yang telah dimodifikasi tertata rapi di rak bertingkat. Dinamai Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi (Rusun Tinggi), inovasi budidaya kepiting cangkang lunak di lahan terbatas.
Teknologi ini memungkinkan budidaya kepiting bisa dilakukan dimanapun, tak harus di tambak.
Kepiting cangkang lunak sendiri jadi menu favorit di Kampoeng Kepiting. Seluruh bagian kepiting ini bisa dikonsumsi, tanpa harus repot mengupasnya.
“Budidaya kepiting model Rusun Tinggi bisa ditiru warga, karena bisa di lahan sempit pekarangan rumah,”kata Rato
Rusun Tinggi dilengkapi aerator untuk menjaga kualitas air dan oksigen. Menariknya, listrik penggerak aerator bersumber dari energi matahari. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bahkan mampu mencukupi seluruh kebutuhan listrik di tempat ini.
Dengan menguasai usaha dari hulu ke hilir, kelompok Mamaku bisa meraup untung lebih. Mereka untung bukan hanya dari panen tambak, namun juga menjual produk kuliner.
Dalam sehari, omzet Kampoeng Kepiting mencapai Rp 5 sampai 6 juta, atau sekitar Rp 90 juta sebulan.
Omzet ini belum termasuk hasil penjualan kepiting mentah yang dihargai Rp 130 ribu per kilogram.
“Ikan dan kepiting hasil budi daya masuk kesini, nanti dimasak ibu-ibu untuk hidangan tamu,”ujarnya.
Simpul Ekonomi Baru Pasar Amarta
Bukan hanya sukses menyejahterakan anggota, Kelompok Mamaku menjadi katalisator lahirnya simpul-simpul ekonomi di desa. Diakui Rato, keterbatasan wilayah Kelurahan Kutawaru menyulitkan warga dalam berbagai hal, termasuk dalam mencukupi kebutuhan harian.
Harga kebutuhan di kelurahan ini bisa berlipat. Ini karena keterbatasan akses mobilisasi barang dari kota atau daerah luar. Ongkos kirim mahal karena harus melalui akses laut, atau jalur darat yang jauh.
Kondisi ini menyulitkan warga di tengah kondisi ekonomi warga yang berada di garis kemiskinan.
“Dulu kalau belanja harus ke kota naik perahu, karena di sini tidak ada pasar,”kata Rato
| Masuk Hutan Bersama Orang Tua, Pemuda di Bantarsari Cilacap Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Didominasi Cuaca Ekstrem, Total 34 Bencana Terjang Cilacap Selama April 2026 |
|
|---|
| Nelayan Kecil di Cilacap Masih Bisa Melaut Paka Solar Subsidi, Stok Dipastikan Aman |
|
|---|
| BREAKING NEWS Lupa Matikan Tungku Saat Masak Air, Rumah Lansia di Cilacap Hangus Terbakar! |
|
|---|
| Slamet ABK KM ULI Jaya 01 Meninggal di Perairan Cilacap, Diduga Awal Serangan Jantung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251031_merawat-kepiting-di-Kampoeng-Kepiting-Cilacap_1.jpg)