Berita Cilacap
Wajah Baru Kutawaru, Desa Terisolasi yang Kini Berdikari
Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku), warga Kutawaru terberdayakan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Dengan dukungan CSR Pertamina, warga berinisiatif membangun pasar tradisional bernama Pasar Amarta. Keberadaan pasar ini membantu warga untuk mencukupi kebutuhannya.
Mereka tidak perlu lagi repot membelah laut demi membeli berbagai kebutuhan di kota. Harga kebutuhan juga semakin terjangkau karena persaingan banyak penjual.
Pasar Amarta jadi kantong ekonomi baru, dimana banyak warga beralih jadi pedagang dan membuka lapak di pasar. Saat ini, kata dia, Pasar Amarta terisi 70 kios, serta 15 lapak di area luar pasar.
“Belum lagi ada tukang parkir, orang jualan kuliner, untuk kas RT dan pendapatan retribusi,” paparnya.
Mandiri Kelola Sampah
Sampah menjadi persoalan lingkungan serius yang dialami di hampir setiap daerah. Lbih-lebih dirasakan warga Kelurahan Kutawaru Cilacap.
Razman Syarifudin, warga RT 3 RW 3 Kelurahan Kutawaru sekaligus pengelola Bank Sampah Abhipraya menyampaikan, sebab terisolasi dari daerah luar, warga kelurahannya sempat kesulitan membuang sampah.
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada terlampau jauh. Jika sampah diangkut melalui jalur laut, ongkos pengiriman terlalu mahal.
Alhasil, warga terpaksa membuang sampah asal, hingga mencemari laut dan daratan.
Tapi dampaknya, pembuangan sampah di sungai lambat laun mematikan matapencaharian nelayan. Ekosistem laut rusak, termasuk ikan. Hasil tangkapan berkurang.
“Laut kotor mempengaruhi tumbuh ikan, sampah juga masuk ke jarring apung. Ikan juga tinggi merkuri karena pencemaran,”katanya
Namun dari kesulitan ini, kreativitas lahir. Melalui program Mamaku, warga inisiatif membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) secara mandiri.
Bank Sampah Abhipraya dilengkapi berbagai alat produksi bantuan Pertamina, di antaranya mesin pencacah plastik dan komposter.
Limbah yang sebelumnya terbuang kini menjadi bernilai jual. Menariknya, warga bisa menukar sampah dengan berbagai kebutuhan harian, atau menjadi tabungan di Bank Sampah.
Dari tempat ini problem sampah teratasi. Semua sampah dipilah untuk dijual atau diolah. Sampah plastik dihaluskan menggunakan mesin pencacah. Sebagian disulap menjadi barang kerajinan.
“Sampah dari rumah-rumah warga dimasukkan kantong, nanti dijemput,”katanya
Sementara sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Maggot adalah proitein tinggi untuk untuk pakan unggas dan ikan yang dibudidayakan di lahan kelompok.
Tak hanya profit, keberadaan Bank Sampah berhasil mengubah kebiasaan buruk warga membuang sampah, jadi aktivitas ekonomi sirkular dan sikap peduli terhadap lingkungan.
Kini wajah lingkungan Kelurahan Kutawaru telah berubah. Tak terlihat ada sampah berserak, atau menumpuk di lahan terbuka. Sampah tak lagi jadi masalah, sebab semua terolah.
“Lingkungan gak kotor, warga juga dapat penghasilan dari Bank Sampah,”katanya
Dukungan Pertamina
Mengantar keberhasilan kelompok Mamaku bukan perkara instan. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap Cecep Supriyatna mengungkapkan, sebelum menurunkan program, pihaknya lebih dulu melakukan social mapping bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).
Dari hasil social mapping, kebutuhan warga akan terlihat. Dari situ juga terpetakan siapa sosok berpengaruh di wilayah tersebut yang berpotensi menjadi local hero.
Pihaknya lantas menindaklanjutinya dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintahan Kelurahan Kutawaru untuk membentuk kelompok Mamaku.
“Kuncinya membuat program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Makanya kita lakukan social mapping dan butuh local hero,”katanya
Pihaknya juga menggelar pelatihan untuk meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan anggota sesuai kebutuhan.
Ia mencontohkan, gagasan destinasi wisata kuliner kampoeng Kepiting awalnya belum didukung pengetahuan warga tentang bisnis kuliner atau keahlian memasak.
Pihaknya tak segan mendatangkan koki (chef) dari hotel untuk mengajari anggota perempuan memasak, hingga cara menyajikan hidangan ala pelayan hotel.
“Kita panggil chef hotel untuk latih memasak, apa saja bumbunya hingga caea menghidangkannya, pelatihan ini gratis,”katanya
Adapun para lelaki dilatih untuk budidaya kepiting hingga penanaman Mangrove. Dimana kegiatan tersebut sekaligus menunjang destinasi kuliner dengan menu spesial kepiting.
Wisata terpadu ini tak sekadar menawarkan menu makanan special yang susah didapat di tempat lain.
Baca juga: Daftar Motor dan Mobil Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per 31 Oktober 2025
Menuju Kampoeng Kepiting, tamu akan diajak menikmati perjalanan yang mengesankan, mulai dari sensasi naik perahu membelah Segara Anakan, sembari menikmati gemerlap Kilang Pertamina di seberang.
Dengan kereta kelinci, pengunjung diajak jalan menyusuri desa dengan pemandangan kebun Minyak Kayu Putih, hingga kebun Mangrove yang menyejukkan.
“Keberhasilan program ini adalah lahirnya kemandirian. Semakin besar, multiplier effect nya kian luas, dan bisa jadi percontohan,”katanya. (*)
| Masuk Hutan Bersama Orang Tua, Pemuda di Bantarsari Cilacap Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Didominasi Cuaca Ekstrem, Total 34 Bencana Terjang Cilacap Selama April 2026 |
|
|---|
| Nelayan Kecil di Cilacap Masih Bisa Melaut Paka Solar Subsidi, Stok Dipastikan Aman |
|
|---|
| BREAKING NEWS Lupa Matikan Tungku Saat Masak Air, Rumah Lansia di Cilacap Hangus Terbakar! |
|
|---|
| Slamet ABK KM ULI Jaya 01 Meninggal di Perairan Cilacap, Diduga Awal Serangan Jantung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251031_merawat-kepiting-di-Kampoeng-Kepiting-Cilacap_1.jpg)