Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Dukha Minta Tak Ada Lagi Pasien Rujukan Diantar dengan Sepeda Motor 

DPRD Banyumas menyoroti pelayanan mobil ambulans di Puskesmas, menyusul kasus pasien jantung meninggal di atas mobil dalam perjalanan ke rumah sakit.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 15 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – DPRD Kabupaten Banyumas menyoroti pelayanan mobil ambulans di Puskesmas.,

Ketua Komisi IV DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih menyatakan, pihaknya berkomitmen mendorong percepatan penanganan pasien agar tidak terulang kejadian pasien gawat darurat tidak mendapatkan layanan ambulans.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menginventarisasi seluruh ambulans yang ada di Banyumas.  

Inventarisasi tersebut tidak hanya mencakup ambulans milik pemerintah, tetapi juga ambulans dari ormas maupun partai politik.

"Ambulans yang di luar Dinas Kesehatan juga harus dikoordinasikan, supaya bisa sama-sama dimanfaatkan dan dimaksimalkan penggunaannya," kata Dukha saat audiensi bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pekuncen 1, Rabu (14/1/2026).

Dukha menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada pasien rujukan dari puskesmas ke rumah sakit yang menggunakan sepeda motor.

Apabila Puskesmas sedang tidak memiliki ambulans, maka dapat memanfaatkan ambulans lain yang tersedia.

"Silakan Puskesmas menggunakan ambulans yang lain. Tidak boleh lagi rujukan pakai motor," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Khotimah (43), warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Ajibarang, pada Sabtu (10/1/2026) malam.

Khotimah meninggal di atas mobil pikap pengangkut sekam padi.

Dia dibawa dengan pikap karena sebelumnya gagal menggunakan layanan mobil ambulans Puskesmas Pekuncen 1.

Pihak keluarga korban beranggapan, prosedur Puskesmas terlalu lambat. 

Dalam kasus meninggalnya Khotimah, Dukha mengakui, terdapat kendala dalam penerapan SOP di lapangan.  

Dia berharap, ke depan sistem ambulans di Banyumas dapat terintegrasi dan siap digunakan dalam kondisi darurat kapan pun dibutuhkan. 

Selain soal ambulans, Dukha juga menyoroti pentingnya responsivitas petugas kesehatan dalam memilah kondisi darurat dan nondarurat.  

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved