Tribunjateng Hari ini
Dukha Minta Tak Ada Lagi Pasien Rujukan Diantar dengan Sepeda Motor
DPRD Banyumas menyoroti pelayanan mobil ambulans di Puskesmas, menyusul kasus pasien jantung meninggal di atas mobil dalam perjalanan ke rumah sakit.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Untuk itu, DPRD Banyumas akan melakukan audit menyeluruh serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Banyumas guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Komitmen Dinkes
Sementara itu, Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas berkomitmen memperkuat layanan kegawatdaruratan, khususnya penanganan penyakit jantung dan stroke, menyusul kasus rujukan pasien yang sempat viral di masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Anwar Hudiono, menegaskan penanganan penyakit kardiovaskular memiliki masa emas atau golden period.
Masa itu tidak boleh terlewat, yakni maksimal 90 menit sejak gejala pertama kali dikenali.
"Kuncinya deteksi dini. Kurang dari satu jam pasien harus sudah dibawa ke fasilitas layanan kesehatan. Total dari stabilisasi di puskesmas sampai rumah sakit harus kurang dari 90 menit," kata Anwar, Rabu.
"Semakin cepat penanganan dilakukan, maka peluang kesembuhan dan hasil akhir pengobatan akan jauh lebih baik,” sambungnya.
Berkaca dari kasus yang terjadi, Dinas Kesehatan menyatakan tidak ingin lagi ada pasien rujukan kegawatdaruratan yang dibawa menggunakan sepeda motor.
Ke depan, seluruh puskesmas di Banyumas diminta memaksimalkan penggunaan ambulans.
Dia menambahkan, Dinas Kesehatan telah melakukan inventarisasi ambulans yang ada di Banyumas.
Selain itu, telah terbentuk Paguyuban Ambulans Banyumas sebagai bagian dari penguatan jejaring layanan.
"Jumlah ambulans ini sifatnya dinamis. Karena sekarang desa-desa juga mengajukan ambulans, kemudian partai politik juga terus berinovasi. Secara kasar, yang sudah kami inventarisir itu jumlahnya di atas 50 unit," jelasnya.
Minta maaf
Menanggapi evaluasi pelayanan Puskesmas, Anwar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelayanan kesehatan.
Dia mengungkapkan, Dinkes telah melakukan audit klinis dan audit pelayanan, serta menindaklanjuti arahan dari Komisi IV DPRD Banyumas.
| Di Kabupaten Semarang, Ada Beda Aturan SPMB pada Jalur Prestasi |
|
|---|
| Bakhrul dan Tahrul Hendak Bekerja di Warung Ikan Bakar di Padang |
|
|---|
| Ashari Ubah Nama Jadi Samsuri dalam Pelarian di Wonogiri |
|
|---|
| Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat |
|
|---|
| Ngadiono Keliling Sumatra Jual Kasur Kapuk Produksi Karaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Kamis-15-Januari-2026.jpg)