Tribunjateng Hari ini
Dukha Minta Tak Ada Lagi Pasien Rujukan Diantar dengan Sepeda Motor
DPRD Banyumas menyoroti pelayanan mobil ambulans di Puskesmas, menyusul kasus pasien jantung meninggal di atas mobil dalam perjalanan ke rumah sakit.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – DPRD Kabupaten Banyumas menyoroti pelayanan mobil ambulans di Puskesmas.,
Ketua Komisi IV DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih menyatakan, pihaknya berkomitmen mendorong percepatan penanganan pasien agar tidak terulang kejadian pasien gawat darurat tidak mendapatkan layanan ambulans.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menginventarisasi seluruh ambulans yang ada di Banyumas.
Inventarisasi tersebut tidak hanya mencakup ambulans milik pemerintah, tetapi juga ambulans dari ormas maupun partai politik.
"Ambulans yang di luar Dinas Kesehatan juga harus dikoordinasikan, supaya bisa sama-sama dimanfaatkan dan dimaksimalkan penggunaannya," kata Dukha saat audiensi bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pekuncen 1, Rabu (14/1/2026).
Dukha menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada pasien rujukan dari puskesmas ke rumah sakit yang menggunakan sepeda motor.
Apabila Puskesmas sedang tidak memiliki ambulans, maka dapat memanfaatkan ambulans lain yang tersedia.
"Silakan Puskesmas menggunakan ambulans yang lain. Tidak boleh lagi rujukan pakai motor," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Khotimah (43), warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Ajibarang, pada Sabtu (10/1/2026) malam.
Khotimah meninggal di atas mobil pikap pengangkut sekam padi.
Dia dibawa dengan pikap karena sebelumnya gagal menggunakan layanan mobil ambulans Puskesmas Pekuncen 1.
Pihak keluarga korban beranggapan, prosedur Puskesmas terlalu lambat.
Dalam kasus meninggalnya Khotimah, Dukha mengakui, terdapat kendala dalam penerapan SOP di lapangan.
Dia berharap, ke depan sistem ambulans di Banyumas dapat terintegrasi dan siap digunakan dalam kondisi darurat kapan pun dibutuhkan.
Selain soal ambulans, Dukha juga menyoroti pentingnya responsivitas petugas kesehatan dalam memilah kondisi darurat dan nondarurat.
| Di Kabupaten Semarang, Ada Beda Aturan SPMB pada Jalur Prestasi |
|
|---|
| Bakhrul dan Tahrul Hendak Bekerja di Warung Ikan Bakar di Padang |
|
|---|
| Ashari Ubah Nama Jadi Samsuri dalam Pelarian di Wonogiri |
|
|---|
| Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat |
|
|---|
| Ngadiono Keliling Sumatra Jual Kasur Kapuk Produksi Karaban |
|
|---|
