Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

Industri Tekstil Tumbuh, Transformasi Mesin Jahit AI Jadi Kunci Ekspansi Global 2026

Sektor industri tekstil dan pakaian jadi nasional terus menunjukkan kinerja positif.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
MESIN JAHIT AI - Pekerja di industri Garmen sedang menggunakan mesin jahit dengan teknologi AI. 

TRIBUNJATENG.COM - Sektor industri tekstil dan pakaian jadi nasional terus menunjukkan kinerja positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ini tumbuh 4,26 persen secara tahunan (year-on-year) serta berkontribusi sebesar Rp218,2 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang tahun lalu.

Capaian tersebut menegaskan peran strategis industri garmen dalam perekonomian nasional, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap sektor manufaktur.

Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan pada 2026 membutuhkan peningkatan daya saing industri.

Baca juga: SAH! Daftar 36 Upah Minimum Provinsi 2026 Se-Indonesia: Jawa Barat Terendah, Jateng di Atas Jabar

Baca juga: Langgar Izin Tinggal, 20 WNA China Dideportasi Setelah Tertangkap di Proyek Perusahaan Garmen Sragen

Sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari efisiensi produksi, modernisasi mesin, daya saing harga, hingga perlunya regulasi yang mendukung perlindungan terhadap praktik impor ilegal.

Transformasi teknologi menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir tekstil dan garmen di pasar global.

Upaya modernisasi tersebut mulai terlihat dengan hadirnya inovasi mesin jahit berteknologi Artificial Intelligence (AI) yang diluncurkan Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd.

Indonesia dipilih sebagai salah satu negara prioritas sekaligus lokasi peluncuran perdana mesin jahit pintar tersebut, seiring pertumbuhan positif industri garmen dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Hikari, Wu Lian Jie, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan langkah awal penerapan teknologi AI dalam proses produksi garmen.

Menurutnya, mesin jahit berbasis kecerdasan buatan mampu menghasilkan produk dengan kualitas lebih tinggi karena sistemnya dikontrol secara presisi oleh teknologi AI.

“Produk ini memberikan apa yang dibutuhkan industri garmen. Dengan kontrol berbasis kecerdasan buatan, hasil produksinya jauh lebih baik,” ujar Wu Lian Jie, dikutip dari keterangannya Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, solusi AI tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memungkinkan produksi barang premium dengan harga tetap terjangkau.

Selain itu, teknologi ini dinilai dapat menghemat biaya teknis dalam proses transformasi dari mesin jahit konvensional menuju sistem yang lebih modern dan efisien.

Brothersindo Director, Chalid Hendra, menilai kehadiran mesin jahit pintar tersebut dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan kualitas dan produktivitas industri garmen nasional.

Dengan tren pertumbuhan dan investasi yang terus berlanjut, sektor tekstil dan pakaian jadi diyakini tetap menjadi sektor strategis pada 2026.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved