Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cilacap

Waspada Curah Hujan Tinggi di Cilacap Dalam Sepekan Kedepan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
JADWAL IMSAK - Suasana kawasan Alun-alun Cilacap, tampak lengang saat bulan Ramadan pada Kamis (26/2/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap pada periode dasarian II Maret 2026 atau 11-20 Maret.

 

BMKG mencatat sebagian wilayah Jawa Tengah berstatus waspada terhadap curah hujan dengan intensitas mencapai 150-200 milimeter per dasarian.

 

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan Kabupaten Cilacap termasuk daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi pada periode tersebut.

 

“Untuk periode 11 hingga 20 Maret 2026, Cilacap masuk kategori waspada curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan sekitar 150 sampai 200 milimeter per dasarian,” ujar Teguh, Rabu (11/3/2026).

 

Menurut Teguh, kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berada dalam periode musim hujan hingga awal Maret 2026.

 

Ia menjelaskan hasil pemantauan parameter iklim global menunjukkan fenomena ENSO dan IOD saat ini berada pada kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pola cuaca ekstrem.

 

“Berdasarkan monitoring BMKG, indeks ENSO dan IOD saat ini berada pada kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun 2026,” jelasnya.

 

Meski demikian, Teguh mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang maupun dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” pungkasnya. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved