Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

80 Persen Tulang Punggung PAD Pemprov Jateng Terganjal Program Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kesulitan dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis pajak

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
IST
SUSUN PENDAPATAN- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin rapat penyusunan rencana anggaran pendapatan provinsi Jateng tahun 2027. Proses penyusunan di lakukan di Kota Solo, Selasa (7/4/2026). Pemprov Jateng selama ini kesulitan mengakselerasi pendapatan pajak konsumsi karena terbentuk program pemerintah pusat. Dok Pemprov Jateng 

Ia mencontohkan soal potensi pendapatan daerah dari sektor parkir yang selama ini pemungutannya tidak efektif. Pada sektor ini pendapatan banyak yang 'bocor' karena alur uang pajak parkir tidak sepenuhnya masuk ke kantong pemerintah.

"Retribusi pajak parkir harusnya elektronik biar lebih mudah. Nah, kemudian di tangani manual (alirannya uang) ke mana enggak jelas," terangnya.

Persoalan lainnya, lanjut Wahyu, soal peran BUMD di Jateng. Menurutnya, BUMD seharusnya menjadi tulang punggung bagi pendapatan daerah.

Namun, sejauh ini peran BUMD di Jateng belum optimal. Ia mencontohkan BUMD pangan yang seharusnya lebih optimal dengan progresif dalam mencari laba. 

Soal BUMD ini, ia menyarankan pula perlu langkah pemetaan terkait permasalah BUMD mulai dari masalah manajer internal, daya saing, sasaran pasar dan lainnya yang menjadi 'biang kerok' lembaga itu kinerjanya tidak optimal.

"Langkah ini  menjadi salah satu yang harus dilakukan (evaluasi) kinerja  BUMD Provinsi Jawa Tengah selama ini," ujarnya.

Dalam upaya itu, Wahyu menekankan perlu langkah secata menyeluruh dalam memetakan pontesi pendapatan daerah di luar pajak.

Termasuk langkah pemanfaatan aset daerah lainnya seperti jasa giro atau pendapatan bunga.

Ia menilai, upaya menggenjot pendapatan daerah tidak bisa dilakukan secara satu persatu.

"Pemprov Jateng harus tahu persis existing condition-nya (gambaran situasinya) itu seperti apa, nanti baru tahu bagaimana improvement (peningkatan) yang harus dilakukan," paparnya.

Di sisi lain, efisiensi  juga harus dilakukan di sektor belanja agar tidak terlalu menyedot hasil pendapatan. Wahyu menyebut, Pemprov Jateng harus memangkas belanja mubazir seperti membuat acara seremonial, perjalanan dinas pegawai, pengadaan alat kerja yang tidak penting.

Pemprov Jateng harus fokus pada pos-pos anggaran yang menjadi program prioritas.

"Anggaran kesehatan, pendidikan, dan juga infrastruktur, yang sifatnya prioritas itu jangan di jangan di otak-atik sebenarnya," ujarnya.

 

Susun Pendapatan Daerah Tahun 2027

Pemprov Jateng kini tengah menyusun rencana anggaran pendapatan provinsi Jateng tahun 2027. Proses penyusunan di lakukan di Kota Solo, Selasa (7/4/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved