Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Semarang

Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Hantavirus di Kota Semarang

Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus pada manusia di Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
HANTAVIRUS - Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam saat wawancara, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus pada manusia di Kota Semarang, baik dari laporan rumah sakit maupun puskesmas.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena kasus hantavirus ditemukan di negara tetangga pada 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, pemantauan hantavirus sudah dilakukan melalui sejumlah sampling pada manusia dan tikus dalam tiga tahun terakhir.

"Di 2023 itu dari 110 sampel dari manusia ada kurang lebih 3 persen yang positif hanta(virus)," ujarnya, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Pria Bersimbah Darah di Depan MG Setos Semarang Ternyata Sempat Aniaya Perempuan

Baca juga: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen, Investasi Rp 23 Triliun Jadi Penopang Utama

Namun, lanjut dia, pada 2024 dan 2025 hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang lebih baik.

"2024, 2025 alhamdulillah ada sekitar 90-an atau 100-an juga sampel baik itu di manusia ataupun tikus negatif. 2025 dengan jumlah yang hampir sama hasilnya juga negatif," katanya.

Ia menyebut, hingga kini belum ada notifikasi kasus dari fasilitas kesehatan di Kota Semarang.

"Kalau manusia, Alhamdulillah belum ada temuan baik itu di rumah sakit ataupun di Puskesmas yang ada di Kota Semarang," ucapnya.

Meski belum ditemukan kasus, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat mengenai potensi penularan virus dari tikus. Hantavirus disebut memiliki pola penularan yang mirip dengan leptospirosis.

"Kalau tikus itu lepto melalui kencing tikusnya. Karena kan posisinya dia juga yang bisa jadi penyebab atau infeksiusnya adalah barang-barang atau cairan-cairan yang ada di dalam tikus ya. Atau pada saat dia digigit langsung atau mungkin dari air seninya gitu," jelasnya.

Ia menerangkan, gejala awal hantavirus menyerupai demam berdarah maupun flu berat.

“Hantavirus itu seperti seperti kayak orang kena demam berdarah, kena flu. Demam, pasti karena ini kan virus ya, demam tinggi," katanya.

Menurutnya, masa inkubasi virus berlangsung sekitar satu hingga dua pekan.

"Masa inkubasi itu masa pada saat dia itu habis virus itu masuk entah itu dari gigitan atau dari kencing tadi. Kurang lebih antara 7 sampai 14 hari," ujarnya.

Ia memaparkan, gejala yang paling diwaspadai adalah gangguan pernapasan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved