Kota Semarang
Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Hantavirus di Kota Semarang
Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus pada manusia di Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus pada manusia di Kota Semarang, baik dari laporan rumah sakit maupun puskesmas.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena kasus hantavirus ditemukan di negara tetangga pada 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, pemantauan hantavirus sudah dilakukan melalui sejumlah sampling pada manusia dan tikus dalam tiga tahun terakhir.
"Di 2023 itu dari 110 sampel dari manusia ada kurang lebih 3 persen yang positif hanta(virus)," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Pria Bersimbah Darah di Depan MG Setos Semarang Ternyata Sempat Aniaya Perempuan
Baca juga: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen, Investasi Rp 23 Triliun Jadi Penopang Utama
Namun, lanjut dia, pada 2024 dan 2025 hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang lebih baik.
"2024, 2025 alhamdulillah ada sekitar 90-an atau 100-an juga sampel baik itu di manusia ataupun tikus negatif. 2025 dengan jumlah yang hampir sama hasilnya juga negatif," katanya.
Ia menyebut, hingga kini belum ada notifikasi kasus dari fasilitas kesehatan di Kota Semarang.
"Kalau manusia, Alhamdulillah belum ada temuan baik itu di rumah sakit ataupun di Puskesmas yang ada di Kota Semarang," ucapnya.
Meski belum ditemukan kasus, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat mengenai potensi penularan virus dari tikus. Hantavirus disebut memiliki pola penularan yang mirip dengan leptospirosis.
"Kalau tikus itu lepto melalui kencing tikusnya. Karena kan posisinya dia juga yang bisa jadi penyebab atau infeksiusnya adalah barang-barang atau cairan-cairan yang ada di dalam tikus ya. Atau pada saat dia digigit langsung atau mungkin dari air seninya gitu," jelasnya.
Ia menerangkan, gejala awal hantavirus menyerupai demam berdarah maupun flu berat.
“Hantavirus itu seperti seperti kayak orang kena demam berdarah, kena flu. Demam, pasti karena ini kan virus ya, demam tinggi," katanya.
Menurutnya, masa inkubasi virus berlangsung sekitar satu hingga dua pekan.
"Masa inkubasi itu masa pada saat dia itu habis virus itu masuk entah itu dari gigitan atau dari kencing tadi. Kurang lebih antara 7 sampai 14 hari," ujarnya.
Ia memaparkan, gejala yang paling diwaspadai adalah gangguan pernapasan.
| Respons Wali Kota Agustina Soal Tanah Gerak di Kalialang: Siapkan Pengungsian Sementara |
|
|---|
| "Melaut Malah Tekor" Nasib Nelayan di Pesisir Semarang saat Solar Langka dan Dexlite Mahal |
|
|---|
| 41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026 |
|
|---|
| Ada 174 SPPG Aktif di Kota Semarang, BGN Minta Pengawasan Ketat |
|
|---|
| Sehari Setelah Jalur Maut Silayur Dipasang Portal, Langsung Ada Truk Menerobos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260511_HANTAVIRUS-Kepala-Dinkes-Kota-Semarang.jpg)