Tribunjateng Hari ini
Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Cepu-Randublatung
Warga menanam pisang di ruas jalan provinsi Cepu-Randublatung, Kabupaten Blora.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Warga menanam pisang di ruas jalan provinsi Cepu-Randublatung, Kabupaten Blora.
Penanaman sekitar 30 pohon pisang itu merupakan bentuk protes warga atas kondisi ruas jalan sepanjang 2,5 kilometer yang rusak.
Sebelum menanam puluhan pohon pisang, warga juga menimbun lubang di ruas jalan tersebut dengan grosok atau batu/kerikil.
Penimbunan lubang dengan grosok itu dilakukan dengan uang hasil swadaya warga.
"Yang grosok ini dana swadaya masyarakat," ucap Sunoto, warga setempat, saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu.
Ruas jalan Cepu-Randublatung merupakan jalur selatan yang berstatus jalan provinsi.
Jalan tersebut merupakan akses utama wagra Randublatung dan Jati yang hendak menuju Kedungtuban, Cepu, dan Bojonegoro, Jawa Timur.
Ruas jalan tersebut juga menjadi akses utama truk yang melintas dari Grobogan menuju Cepu atau wilayah Jawa Timur.
Salah seorang sopir yang sering melewati ruas jalan tersebut, Dika, menanggapi pembiaran kondisi akses yang rusak.
"(Jalan) Nggak cuma jelek, sudah ampun. Lubang semua," kata Dika, yang merupakan sopir ekspedisi pengiriman paket jurusan Surabaya-Jakarta.
Bagi Dika, ruas jalan provinsi Cepu-Randublatung merupakan akses utama yang sering dilaluinya daripada ruas jalan yang lain.
"Soalnya jalan kalau tidak di sini mau lewat mana lagi, kalau lewat utara kita lebih jauh lagi. Lewat sini jalan seperti gini ampun sebenarnya. Mulai tahun berapa kebijakan pemerintah nggak ada," kata Dika.
"Jalan sini itu sudah terkenal (rusaknya)," sambungnya.
Bahkan, kendaraan dengan muatan berat juga mesti berhati-hati saat melewati ruas jalan provinsi tersebut.
"Pokoknya ampun. Makanya, kalau ada muatan berat-berat begitu kadang orang-orang nggak berani lewat sini," kata dia.
| Kali Pertama, Penyembelihan Dam Jemaah Haji Boyolali 2026 di RPH Ampel, Sauman Pun Senang |
|
|---|
| Masuk Kurikulum Pendidikan Sekolah di Jepara, Anak Belajar Praktik Pengelolaan Sampah Sejak Dini |
|
|---|
| Lagi, Polisi Tangkap Pocong Bonceng Sepeda Motor |
|
|---|
| Kemenag Jawa Tengah Sebut Padang Ati Bukan Pondok Pesantren |
|
|---|
| Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Harian-Pagi-Tribun-Jateng-Selasa-2-Juni-2026.jpg)