Tribunjateng Hari ini
Oni Merasa Aman Ajak Cucu Bermain di Kali Pangus Ungaran
Kali Pangus, Ungaran Barat, saat ini tengah menjadi jujukan warga Ungaran dan sekitarnya untuk menikmati alam.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
"Sebenarnya, sebelum viral, saya sudah tahu tempat ini dan sering ke sini. Sekarang karena ramai di media sosial, saya ajak anak dan cucu bermain ke sini. Nyaman di sini," ujarnya.
Lokasi wisata keceh Kali Pangus berada tidak jauh dari pusat Kota Ungaran.
Pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota menuju Kali Pangus, yang berada di perbatasan Desa Lerep dan Kalisidi.
Terdapat dua akses yang dapat digunakan pengunjung untuk menuju lokasi. Akses pertama melalui Desa Lerep yang selama ini dikenal sebagai desa wisata.
Sementara, akses lainnya dapat ditempuh melalui Desa Kalisidi.
Meski baru ramai dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Kali Pangus sebenarnya sudah lama dikenal warga sekitar sebagai bagian dari aliran sungai yang berhulu di kawasan Indrokilo dan Curug Lawe.
Ketua Karang Taruna Desa Lerep, Ahsanul Ahsan mengatakan, kawasan tersebut mulai dikenal luas setelah konten yang dibuat warga setempat bersama dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) beredar di berbagai platform media sosial.
"Awalnya kami sering membawa tamu dari Pokdarwis Rukun Santoso ke sini, bahkan ada tamu dari Malaysia, Rusia, dan Thailand. Waktu itu tempat ini belum seramai sekarang. Kemudian, saat ada mahasiswa KKN, kami ajak ke sini untuk membuat konten. Setelah itu mulai banyak orang berdatangan," ujar Ahsan.
Menurut Ahsan, perubahan kondisi aliran sungai saat ini turut mempercantik kawasan tersebut.
Longsor yang sempat terjadi di kawasan Watu Kelir membuat sebagian aliran air mengarah ke Kali Pangus sehingga debit air menjadi lebih besar dibanding sebelumnya.
"Dulu airnya tidak sederas sekarang. Setelah terjadi longsor di atas, aliran air mengarah ke sini semua,” kata Ahsan.
“Awalnya musibah di atas, ternyata membawa berkah bagi kawasan di bawah," ungkapnya.
Penataan
Meningkatnya jumlah pengunjung mendorong warga dari dua desa untuk mulai menata kawasan wisata tersebut agar lebih nyaman dan berkelanjutan.
Retribusi kebersihan diterapkan Rp 2.000, mulai Sabtu (6/6/2026).
| Perangkat Desa Se-Kecamatan Desak Camat Selogiri Dicopot, Sekda Janjikan Evaluasi |
|
|---|
| Tebar Semangat Bantu Orang Jalanan, 11 Tahun Komunitas Sedekah Holic Kendal Berbagi Nasi Bungkus |
|
|---|
| Kode ‘Malaikat’ untuk Samarkan Distribusi Uang Hasil Korupsi |
|
|---|
| Silmy Karim Terima Jatah Uang Rp 100 Juta Tiap Hari Jumat |
|
|---|
| Rafferty Ratri Diterima di Dua Universitas Papan Atas Kanada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-7-Juni-2026.jpg)