Semarang
Update Kebakaran Gudang Kayu KIC Semarang: 2 Forklift dan Wheel Loader Ikut Terbakar
Proses pemadaman kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indo Putra Woodworking Industry di Kawasan Industri Candi (KIC).
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Proses pemadaman kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indo Putra Woodworking Industry di Kawasan Industri Candi (KIC), Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (7/6/2026), telah selesai.
Selain menghanguskan bangunan dan tumpukan material kayu, kebakaran juga merusak sejumlah alat operasional milik perusahaan.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebutkan dua unit forklift dan satu alat berat jenis wheel loader ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Diawali Ledakan di Ruang Mesin, Gudang Kayu di Kawasan Industri Candi Semarang Terbakar Berjam-jam
"Yang terbakar ada dua forklift dan satu alat berat wheel loader," kata Tantri kepada Tribunjateng.com.
Hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di antara tumpukan serbuk dan limbah kayu yang terbakar.
Asap tipis masih terlihat mengepul dari beberapa titik di dalam area pabrik.
Material berupa serbuk kayu dan hasil gergajian diketahui menyimpan panas cukup lama sehingga berpotensi memunculkan api kembali meski bagian permukaannya tampak padam.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 04.20 WIB oleh seorang pelapor bernama Nicolas.
Petugas Pusat Hubungan dan Bantuan (PHB) kemudian meneruskan laporan tersebut kepada komandan pleton yang langsung mengerahkan personel menuju lokasi.
Sebanyak 35 personel dari sejumlah pos pemadam, termasuk Pos Ngaliyan, Gunungpati, Banyumanik, dan Barito, diterjunkan untuk menangani kebakaran. Petugas tiba sekitar pukul 04.30 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman.
Meski demikian, besarnya volume material mudah terbakar membuat api dianggap sulit dikendalikan.
Hingga pukul 07.30 WIB, proses pemadaman belum selesai sehingga penanganan dilanjutkan oleh Pleton 2.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi.
Bangunan yang terbakar merupakan fasilitas pengolahan dan penyimpanan hasil gergajian kayu yang digunakan sebagai bahan baku produksi.
Untuk menjaga pasokan air selama operasi berlangsung, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air di sekitar kawasan industri.
| Halte BRT Semarang Diseruduk Pikap, Kini Tak Bisa Digunakan Sementara |
|
|---|
| Pertumbuhan Bisnis dan Mobilitas Warga Dorong Pemanfaatan Videotron di Semarang |
|
|---|
| Tiga Lapak PKL Liar dan Area Parkir Tak Berizin di Samping The Park Mall Dibongkar |
|
|---|
| Dua Mata Pisau Influencer Berdampak ke Pariwisata Kota Semarang, Akurasi Konten Jadi Sorotan |
|
|---|
| Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Didominasi Penyuka Sesama Jenis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PADAMKAN-API-Petugas-memadamkan.jpg)