Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Update Kebakaran Gudang Kayu KIC Semarang: 2 Forklift dan Wheel Loader Ikut Terbakar

Proses pemadaman kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indo Putra Woodworking Industry di Kawasan Industri Candi (KIC).

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Reza Gustav
PADAMKAN API - Petugas memadamkan kobaran api yang melanda kayu-kayu di bangunan PT Setia Indo Putra Woodworking Industry di Kawasan Industri Candi (KIC), Bambankerep, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (7/6/2026). Kebakaran yang diduga diawali ledakan di ruang mesin produksi itu menghanguskan tumpukan gergajian kayu dan serbuk kayu, sehingga proses pemadaman berlangsung selama berjam-jam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Proses pemadaman kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indo Putra Woodworking Industry di Kawasan Industri Candi (KIC), Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (7/6/2026), telah selesai. 

Selain menghanguskan bangunan dan tumpukan material kayu, kebakaran juga merusak sejumlah alat operasional milik perusahaan.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebutkan dua unit forklift dan satu alat berat jenis wheel loader ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Diawali Ledakan di Ruang Mesin, Gudang Kayu di Kawasan Industri Candi Semarang Terbakar Berjam-jam

"Yang terbakar ada dua forklift dan satu alat berat wheel loader," kata Tantri kepada Tribunjateng.com.

Hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di antara tumpukan serbuk dan limbah kayu yang terbakar.

Asap tipis masih terlihat mengepul dari beberapa titik di dalam area pabrik. 

Material berupa serbuk kayu dan hasil gergajian diketahui menyimpan panas cukup lama sehingga berpotensi memunculkan api kembali meski bagian permukaannya tampak padam.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 04.20 WIB oleh seorang pelapor bernama Nicolas. 

Petugas Pusat Hubungan dan Bantuan (PHB) kemudian meneruskan laporan tersebut kepada komandan pleton yang langsung mengerahkan personel menuju lokasi.

Sebanyak 35 personel dari sejumlah pos pemadam, termasuk Pos Ngaliyan, Gunungpati, Banyumanik, dan Barito, diterjunkan untuk menangani kebakaran. Petugas tiba sekitar pukul 04.30 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman.

Meski demikian, besarnya volume material mudah terbakar membuat api dianggap sulit dikendalikan. 

Hingga pukul 07.30 WIB, proses pemadaman belum selesai sehingga penanganan dilanjutkan oleh Pleton 2.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi. 

Bangunan yang terbakar merupakan fasilitas pengolahan dan penyimpanan hasil gergajian kayu yang digunakan sebagai bahan baku produksi.

Untuk menjaga pasokan air selama operasi berlangsung, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air di sekitar kawasan industri. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved