Berita Jawa Tengah
Kuatkan RUU Pangan, Bulog Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi Melalui Campus Preneur
Perum Bulog mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam ekosistem pangan nasional melalui program Bulog Campus Preneur.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Perum Bulog mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam ekosistem pangan nasional melalui program Bulog Campus Preneur.
Program tersebut disebut sebagai model kolaborasi kampus yang dapat mendukung implementasi kebijakan pangan nasional, termasuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan.
Hal itu dipertegas Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani saat Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI ke UNS Surakarta, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Bulog Jateng Serap 237 Ribu Ton Gabah-Beras Petani, Dukung Rekor Nasional 3 Juta Ton
Kunjungan tersebut dalam rangka dengar pendapat dan penyerapan masukan dari akademisi serta pakar pangan terkait pembahasan RUU tentang Pangan.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof Irwan Trinugroho dan dihadiri oleh unsur legislatif, akademisi, pakar pangan, serta pemangku kepentingan strategis lainnya.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dalam forum tersebut menegaskan bahwa penyusunan RUU Pangan memerlukan partisipasi publik yang luas, termasuk kontribusi dari perguruan tinggi yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman empiris dalam bidang pangan.
“Universitas memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif ilmiah yang objektif dan konstruktif bagi penyempurnaan substansi RUU tentang Pangan."
"Masukan dari akademisi sangat penting agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” ujar Titiek Soeharto.
Dalam forum tersebut, Direktur Utama Bulog menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada aspek produksi dan distribusi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dunia pendidikan sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan SDM.
“Bulog melihat kampus sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan."
"Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, gagasan besar tentang pangan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Mulai dari edukasi, distribusi, hingga pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Ahmad Rizal.
Sebagai bentuk konkret kolaborasi tersebut, Bulog mengembangkan program Bulog Campus Preneur.
Ini inisiatif yang menghubungkan Bulog, kampus, mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis pemberdayaan generasi muda.
• Bulog bakal Serap Kedelai Petani Lokal
Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berperan sebagai wirausahawan muda pangan melalui pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK) Muda, Mitra Pangan Muda, dan Penggerak Gerakan Pangan Murah Muda (GPM Muda).
Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat membuka maupun mendampingi outlet RPK, menjadi fasilitator desa binaan, melakukan edukasi pangan, serta mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di lingkungan kampus dan masyarakat.
| Sidang Korupsi Sudewo Digelar Senin 15 Juni 2026 di Tipikor Semarang, AMPB Ikut Mengawal? |
|
|---|
| Kondisi Terkini 8 Santri Korban Pencabulan Pria Ngaku Habib di Susukan Semarang, Ini Kata Polisi |
|
|---|
| Kata Kemenag Menyoal Kasus Pencabulan di Susukan Semarang: Pelaku Bukan Pengasuh Ponpes |
|
|---|
| Terungkap, Motif Sakit Hati Sebabkan SW Aniaya Pak Kadus di Mrebet Purbalingga Hingga Tewas |
|
|---|
| Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jateng dan Daerah Lain di Pulau Jawa, Ini Kata Menteri Bahlil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260612-_-Perum-Bulog-Saat-Panja-DPR-RI-di-UNS-Surakarta.jpg)