KA Argo Bromo Vs Avanza di Grobogan
Identitas Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza di Grobogan, 4 Tewas 5 Luka
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
Identitas Korban Kecelakaan Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza di Grobogan, 4 tewas 5 Luka
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan JPL 52 KM 29+800 jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, tepatnya di perlintasan Desa Sidorejo–Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 02.52 WIB.
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih.
Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com di lokasi, masih terlihat sisa-sisa pecahan kaca mobil, sandal korban, dan darah.
Kecelakaan mengakibatkan empat korab meninggal dan lima luka-luka.
Berikut identitasnya:
Korban meninggal dunia:
- Dalni (52) warga Desa Ngablak, Kemloko, Godong.
- Muhamad Sakroni (52), warga Desa Ngablak, Kemloko, Godong,
- Naila Dwi (11) warga Dusun Prau, Mlowokrangtalun,
- Shazia Belvania Mutia (2,5) warga Sidorejo.
Korban luka:
- Kardi (60) warga Dusun Prau, Mlowokrangtalun, mengalami luka ringan lecet lecet.
- Darwati (56) warga Dusun Prau, Mlowokrangtalun, mengalami luka ringan.
- Indah Setyowati (26) warga Desa Sidorejo, dirujuk RSUD Purwodadi,
- Vizba Denada (10) warga Dusun Prau Mlowokrangtalun mengalami nyeri dada, pasien berangkat sendiri RSUD Rontgen,
- Jakinem (77) warga Mlowokrangtalun, mengalami luka robek di kaki tind heating.
Baca juga: Ngerinya Kecelakaan Maut Kereta Vs Avanza di Grobogan, Mobil Terlempar 20 Meter Hantam Tiang Listrik
Relawan penjaga perlintasan kereta api, Jasman, mengatakan bahwa kejadian berlangsung dini hari saat kereta melaju dari arah barat menuju timur. Pada saat bersamaan, sebuah mobil melintas di perlintasan.
"Informasinya kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB. Ada mobil yang beriringan, katanya mengantar rombongan orang yang mau berangkat haji,” kata Jasman saat ditemui di lokasi.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa pada jam tersebut kondisi perlintasan biasanya sepi dan jarang dilalui kendaraan.
Menurutnya, tidak ada penjagaan aktif di lokasi saat kejadian berlangsung.
"Jam segitu biasanya tidak ada yang melintas. Kalau tidak ada keperluan mendesak seperti mengantar orang, ya sepi. Memang kebetulan saja terjadi," terangnya.
Jasman sendiri biasanya bertugas sebagai relawan penjaga perlintasan pada pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Baca juga: Perampokan Maut Libatkan Mantan Menantu, Pelaku Bawa 3 Orang, Polahnya Terekam CCTV
Pihaknya menyebut penjagaan malam hari biasanya dilakukan oleh pihak lain dari wilayah Desa Tuko, meski tidak mengetahui secara pasti sistem penjagaannya.
Jasman mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut merupakan yang pertama kali terjadi selama dirinya bertugas selama satu tahun terakhir.
"Baru pertama kali ini terjadi sejak saya jaga di sini," ujarnya.
Mendengar adanya kejadian itu, Jasman langsung datang ke lokasi.
Dirinya membantu mengamankan area perlintasan, dan mengatur penyeberangan di area perlintasan.
Menurutnya proses evakuasi korban dilakukan oleh petugas berwenang, dari pihak kepolisian mulai sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.
Warga sekitar tidak terlibat langsung dalam evakuasi karena keterbatasan peralatan dan faktor keselamatan.
"Yang evakuasi petugas. Warga tidak berani karena tidak punya alat dan juga takut,” jelasnya.
Jasman berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama di jam-jam rawan.
"Saya berpesan kepada warga agar selalu waspada. Jangan hanya mengandalkan penjaga, tapi keselamatan diri harus diutamakan,” katanya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan setelah kejadian, dilakukan pemeriksaan kereta api, dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
Kemudian KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” jelasnya
KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.
Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.
KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan. (*)
| Detik-detik Maling "Ningrat" di Grobogan, Gasak Berkarung-karung Gabah Pakai Mobil SUV Putih |
|
|---|
| Remaja Tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg Grobogan, 1 Korban Ditemukan Meninggal 3,5 Km dari Lokasi |
|
|---|
| Dua Remaja Tenggelam di Sungai Ngambleg Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Suami Belah Rumah di Grobogan, Bukan Hoaks, Ini Kisah Lengkap dan Pengakuan Istri |
|
|---|
| Viral Video Polisi di Grobogan Digerebek Rombongan Istri saat di Rumah Janda, Pintu Digedor 20 Menit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501_grobogan-_kereta.jpg)