Berita Kabupaten Pekalongan
Plt Bupati Pekalongan Sukirman Minta Warga Jangan Percaya Calo PT HAI
Sukirman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang bisa meloloskan pelamar di PT Hardases Abadi Indonesia.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Plt Bupati Pekalongan, Sukirman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang bisa meloloskan pelamar kerja di PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) dengan imbalan sejumlah uang.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, nominal yang diminta para calo berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, bahkan ada yang mencapai Rp7 juta untuk satu posisi pekerjaan.
Terkait hal itu, Sukirman telah menerima laporan dan mendengar langsung isu yang berkembang.
Meski belum mengetahui secara pasti pihak-pihak yang terlibat, dia menilai praktik semacam itu berpotensi memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Baca juga: Sukirman Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Kabupaten Pekalongan Hingga 2027
• Sukirman Dorong UMKM Center Kedungwuni Jadi Destinasi Wisata Kuliner Baru
"Jangan percaya, kepada siapa pun yang menjanjikan bisa memasukkan kerja dengan meminta bayaran."
"Kalau ada lowongan, pendaftaran harus dilakukan langsung melalui jalur resmi PT HAI," tegas Sukirman, Jumat (15/5/2026).
Dia mengatakan, Pemkab Pekalongan telah berkomunikasi dengan manajemen PT HAI untuk memastikan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
Sebagai bentuk pengawasan, pemerintah daerah akan melibatkan Dinperinaker Kabupaten Pekalongan dalam setiap publikasi maupun supervisi tahapan penerimaan tenaga kerja.
Menurut Sukirman, keterlibatan pemerintah penting untuk menutup ruang gerak oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.
"Kami sudah membuat kesepakatan dengan PT HAI."
"Nantinya informasi rekrutmen juga akan kami bantu publikasikan, sekaligus kami awasi agar tidak ada lagi praktik-praktik seperti itu," ujarnya.
Selain memastikan proses berjalan bersih, Pemkab Pekalongan juga mendorong agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap pembukaan lowongan kerja.
Diberitakan sebelumnya, warga dari tiga desa di sekitar kawasan pabrik, yakni Desa Sampih, Wangandowo, dan Sokosari mendesak pihak perusahaan untuk membuka secara transparan proses rekrutmen tenaga kerja di PT Hardases Abadi Indonesia (HAI).
Desakan ini mencuat seiring, beredarnya isu pungutan dalam perekrutan serta belum meratanya penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya pelamar laki-laki. (*)
| DPRD Gagas Pendopo Lama Bupati Pekalongan Jadi Museum Wayang dan Keris |
|
|---|
| Sempat Vakum 6 Tahun, Seleksi Duta Wisata Kabupaten Semarang Kembali Digelar |
|
|---|
| Mobile Therapy Dinsos Kini Sasar 55 Anak Berkebutuhan Khusus di Talun Pekalongan |
|
|---|
| Sukirman Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Kabupaten Pekalongan Hingga 2027 |
|
|---|
| BPKD Kabupaten Pekalongan Genjot PBB-P2, Target Rp 28 Miliar Dikejar Hingga Akhir Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251019-_-Wakil-Bupati-Pekalongan-Sukirman.jpg)