Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Bupati Tika Ajak Warga Bermunajat Hadapi Cuaca Ekstrem di Kendal

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengajak warga bermunajat agar dijauhkan dari bencana di musim penghujan yang belum kunjung reda.

Tayang:
TRIBUN JATENG/PEMKAB KENDAL
NGAJI KITAB - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam pengajian Kitab Hadits Abi Jamroh karya Imam Abdullah bin Jamrah Al Azdi Al Andalusi, bersama Ning Nawal, istri Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen di Gedung MWC NU Kaliwungu Kendal, Rabu (28/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengajak warga bermunajat agar dijauhkan dari bencana di tengah musim penghujan yang belum kunjung reda.

Ajakan itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Tika saat menghadiri pengajian Kitab Hadits Abi Jamroh karya Imam Abdullah bin Jamrah Al Azdi Al Andalusi, bersama Ning Nawal, istri Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen di gedung MWC NU Kaliwungu Kendal, Rabu (28/1/2026).

Tika menyebut, hujan dengan intensitas tinggi telah memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, tak terkecuali di Kabupaten Kendal.

Baca juga: Presetiyanto Lega, Tanggul Kali Bodri yang Longsor Mepet Rumahnya Sudah Dicek Tim Pemkab Kendal

“Alhamdulillah, kondisi di Kabupaten Kendal relatif tidak separah daerah lain. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” sambungnya.

Tika juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi cepat apabila terjadi bencana. 

Dia menjelaskan, banjir di Kendal tak selalu disebabkan hujan lokal, melainkan curah hujan ekstrem di wilayah atas. 

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. 

“Menjaga alam adalah ikhtiar nyata agar terhindar dari bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Ning Nawal Yasin dalam kajiannya mengingatkan bahwa mencintai dunia secara berlebihan dapat melalaikan manusia dari ibadah.

Sehingga diperlukan adanya prinsip keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrawi.

"Khubbud dunya dalam Islam berarti cinta berlebihan terhadap dunia dan segala isinya—harta, jabatan, popularitas, kekuasaan, serta kenikmatan materi—hingga membuat seseorang lalai dari akhirat dan nilai-nilai kebenaran,” terangnya. (*)

Baca juga: Asa Warga Menembus Hutan Singorojo, Jalur Alternatif Menuju Kendal yang Mulai Diperbaiki

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved