Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Desa Margorejo Sulap Sampah jadi BBM, Kendal jadi Pilot Project Nasional Penanganan Sampah

Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal membuat terobosan baru dalam penanganan sampah.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
CEK PETASOL - Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari saat mengecek petasol untuk dimasukkan ke tangki truk pengangkut sampah di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026) sore.  

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal membuat terobosan baru dalam penanganan sampah.

Desa yang terletak di pesisir Kendal itu mampu menyulap sampah plastik tak bernilai menjadi petasol atau bahan bakar mirip solar. 

Plastik dimasukkan ke reaktor dan dipanaskan pada suhu 300°C hingga 500°C tanpa oksigen sehingga meleleh dan berubah wujud menjadi uap.

Baca juga: Pemkab Jepara Gandeng BRIN Untuk Kembangkan Potensi Padi Biosali dan Bahan Bakar Petasol

Dalam 1 kilogram plastik mampu menghasilkan petasol sebanyak 1 liter.

Langkah ini pun mendapat perhatian pemerintah pusat, termasuk Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq beserta rombongan yang menyaksikan langsung prosesnya.

Selain itu, Wamen Hanif juga meluncurkan inovasi pirolisis 5.0 yang digadang akan menjadi langkah efektif dalam menangani sampah dengan Kabupaten Kendal sebagai pilot projectnya.

Dia mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi kondisi darurat sampah. Pasalnya, produksi sampah nasional mencapai sekitar 143 ribu ton per hari atau hampir 55 juta ton per tahun.

"Kita memiliki produksi sampah mencapai 143 ribu ton per hari. Jika dikalikan satu tahun, jumlahnya hampir 55 juta ton,"

"Sayangnya, sampah yang mampu kita kelola hingga hari ini baru sekitar 26 persen. Sisanya masih banyak yang berakhir di sungai, selokan, dan lingkungan sekitar." kata Hanif saat Launching Manajemen Sampah Terpadu dan Pengolshan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Petasol di TPS3R Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026) petang. 

Menurutnya, inovasi yang dikembangkan oleh BRIN, Pertamina Foundation, dan masyarakat Desa Margorejo melalui produksi bahan bakar Petasol menjadi salah satu langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan sampah.

Menurut Hanif, secara teknis proses pirolisis menghasilkan tiga produk utama, yakni pyrolysis fuel oil yang kemudian diolah menjadi Petasol, gas sintetis (syngas), dan residu berupa arang atau char.

"BRIN bersama Pertamina Foundation mampu menghadirkan efisiensi yang sangat tinggi. Dari satu kilogram sampah plastik dapat dihasilkan hampir satu liter Petasol," ungkapnya.

Meski demikian, Hanif mengingatkan agar aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pengoperasian teknologi pirolisis. 

Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap emisi gas yang dihasilkan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun pencemaran lingkungan.

Selain itu, residu arang hasil pirolisis juga perlu diuji lebih lanjut untuk memastikan apakah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) atau tidak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved