Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Junta Militer Myanmar Bakar Masjid & Tembaki Gereja 4 Orang Tewas

Sebuah masjid dibakar setelah sebelumnya dirazia oleh junta militer Myanmar di Kota Ahlone, Yangon, pada Kamis (24/6/2021).

Editor: m nur huda
HANDOUT / PAUK TOWNSHIP NEWS / AF
Permukiman berpenduduk 800 orang di Myanmar yang dibakar junta militer, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, YANGON - Sebuah masjid dibakar setelah sebelumnya dirazia oleh junta militer Myanmar di Kota Ahlone, Yangon, pada Kamis (24/6/2021).

Kelompok pemerhati hak asasi manusia Myanmar, Burma Human Rights Network (BHRN), melaporkan pihak berwenang mengklaim kebakaran itu terjadi akibat masalah listrik.

Namun, seorang saksi mata yang menjadi sumber menuturkan aparat sengaja menyulut api dan membakar masjid tersebut.

Baca juga: Mantan Penasihan Donald Trump Serukan Kudeta Myanmar Harus Terjadi di AS

Baca juga: Penyair Myanmar Tewas di Tahanan Junta dengan Organ Dalam Tubuhnya Hilang

BHRN menganggap ini bukan serangan pertama rezim militer terhadap kelompok minoritas di Myanmar terutama sejak kudeta berlangsung 1 Februari lalu.

"Serangan terhadap umat Muslim dan Kristen di Myanmar ini tidak bisa ditoleransi dan komunitas internasional harus segera menyadari keseriusan insiden-insiden ini," kata Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win, melalui pernyataan di situs resmi organisasinya.

"Militer Myanmar telah meningkatkan serangannya terhadap minoritas di negara ini sejak kudeta terjadi dan merasa yakin bahwa mereka tidak akan menerima dampak dan konsekuensinya," ujarnya.

Kyaw mengatakan pada awal Juni lalu, aparat junta militer juga merazia dua masjid yakni Masjid Mohnhyin dan Masjid Butaryonse Street di Kota Mohnhyin. Salah satu pengurus masjid dilaporkan ikut diciduk secara sewenang-wenang saat razia berlangsung.

Kyaw menuturkan, serangan junta militer tak hanya menyasar umat Muslim saja.

Ia menuturkan aparat junta menembaki sebuah gereja Katolik tempat warga mengungsi di Kota Kantharyar Loikaw, Negara Bagian Kayeh, pada 24 Mei lalu.

Tiga perempuan dan seorang pria tewas terbunuh dalam insiden itu.

Sehari sebelumnya, junta militer juga dilaporkan menghancurkan gereja milik etnis Karen di Kota Insein.

Tiga orang termasuk seorang pastur dan orang dengan disabilitas dipukuli serta ditahan.

Pada 12 April, seorang pria Muslim yang tinggal di sebuah masjid di Tamwe, Yangon, tewas tergantung sambil mengenakan pakaian perempuan dan rias wajah.

Dalam pernyataannya, Kyaw mendesak komunitas internasional segera bertindak le ih tegas dan cepat lagi dalam membantu menghentikan kekerasan yang terjadi di Myanmar. Ia juga mendesak komunitas internasional mengakui pemerintah tandingan junta militer, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) sebagai perwakilan masyarakat Myanmar yang sah.

Kerusuhan di Myanmar belum juga ada tanda-tanda akan mereda setelah kudeta berlangsung hampir lima bulan lamanya. Berdasarkan data dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) korban tewas akibat bentrokan aparat keamanan dan penentang kudeta Myanmar mencapai 872 orang, sementara yang ditahan sebanyak 5.033 orang.(CNN Indonesia/Serambinews)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Junta Myanmar Razia dan Bakar Masjid

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved