Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Rafah Dibombardir Tank dan Pesawat Tempur Israel

Kamis (9/5/2024), Rafah yang menjadi tempat pengungsian warga Palestina diserang pasukan Israel.

Kompas.com/Istimewa
Foto yang diambil pada 6 Mei 2024 menunjukkan asap mengepul menyusul pengeboman di timur Rafah di Jalur Gaza selatan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borell pada tanggal 6 Mei mengutuk perintah Israel agar warga Palestina yang tinggal di Rafah timur meninggalkan kota Gaza menjelang serangan darat yang diperkirakan akan terjadi. (AFP) 

TRIBUNJATENG.COM, RAFAH - Kamis (9/5/2024), Rafah yang menjadi tempat pengungsian warga Palestina diserang pasukan Israel.

Tank dan pesawat tempur Israel membombardir wilayah tersebut.

Serangan dilakukan setelah Presiden AS Joe Biden bersumpah untuk menahan pasokan senjata ke Israel jika pasukannya melancarkan invasi besar-besaran ke kota Gaza selatan.

Baca juga: Israel Serang Rafah Setelah Perintahkan Warga Mengungsi

Ketika perundingan gencatan senjata berlanjut di Kairo, kelompok Hamas dan Jihad Islam mengatakan pejuang mereka menembakkan roket anti-tank dan mortir ke tank-tank Israel yang berkumpul di pinggiran timur kota tersebut.

Warga dan petugas medis di Rafah, daerah perkotaan terbesar di Gaza yang belum dikuasai oleh pasukan darat Israel, mengatakan serangan Israel terhadap sebuah masjid menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lainnya.

Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan menara tergeletak di reruntuhan, dua mayat terbungkus selimut dan seorang pria terluka dibawa pergi.

Di tepi timur kota, warga mengatakan sebuah helikopter melepaskan tembakan, sementara drone melayang di atas rumah-rumah di beberapa daerah, beberapa di antaranya dekat dengan atap rumah.

Israel mengatakan, Hamas bersembunyi di Rafah, dimana populasinya telah membengkak karena ratusan ribu warga Gaza mencari perlindungan dari pemboman di tempat lain di wilayah pesisir tersebut.

Tujuan utama Israel ialah untuk melenyapkan Hamas demi keamanan Israel sendiri.

Salah satu pengungsi, Mohammad Abder-Rahman, mengatakan dia khawatir pemboman Israel menandakan invasi ke kota tersebut.

"Ini mengingatkan saya pada apa yang terjadi sebelum tank-tank Israel menyerbu daerah pemukiman kami di Kota Gaza," kata pria berusia 42 tahun itu kepada Reuters.

"Pemboman besar-besaran biasanya membuat tank-tank tersebut bergerak menuju tempat-tempat yang ingin mereka serang," imbuh dia.

Pembicaraan gencatan senjata di ibu kota Mesir mengalami kemajuan tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai, menurut dua sumber keamanan Mesir.

"Selama beberapa jam terakhir, kami telah menyesuaikan dan menambah serta menghapus poin berdasarkan konsultasi dengan kedua belah pihak," ungkap salah satu sumber.

Delegasi Hamas berangkat ke Doha untuk berkonsultasi, menyalahkan Israel atas kurangnya kesepakatan sejauh ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved