Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kian Memanas, AS Peringatkan Warganya Secepatnya Keluar dari Lebanon

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warganya untuk segera keluar dari Lebanon. Hal itu menyusul meningkatnya ketegangan Hizbullah-Israel setel

Editor: m nur huda
AFP
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di desa Majdel Zoun di Lebanon selatan, pada 15 April 2024, di tengah ketegangan lintas batas yang sedang berlangsung saat pertempuran terus berlanjut antara Israel dan militan Hamas Palestina di Jalur Gaza. 

TRIBUNJATENG.COM, BEIRUT - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warganya untuk segera keluar dari Lebanon.

Hal itu menyusul meningkatnya ketegangan Hizbullah-Israel setelah tewasnya pimpinan Hamas Ismail Haniyeh.

Kedutaan Besar AS di Beirut meminta warganya untuk keluar dari Lebanon secepatnya, Sabtu (3/8/2024).

Peringatan itu menyusul peringatan serupa dari Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy yang mengatakan situasi regional dapat memburuk dengan cepat.

Iran pun telah bersumpah akan melakukan pembalasan berat terhadap Israel, yang disalahkan atas kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada Rabu (31/7/2024).

Seperti diketahui, kematian Haniyeh sendiri terjadi beberapa jam setelah Israel membunuh komandan Hizbullah Fuad Shukr di Beirut.

Hizbullah yang merupakan proksi Iran, dikhawatirkan bakal memainkan peran besar dalam tindakan pembalasannya, yang bisa memicu respons serius dari Israel.

Bahkan Hizbullah meluncurkan puluhan roket ke Kota Beit Hillel di utara Israel pada Minggu (4/8) dini hari waktu setempat.

Terkait hal yang sama, Menteri Luar Negeri Yordania telah mengeluarkan seruan ke warganya di Lebanon, untuk segera pergi dari sana, dan memperingatkan yang lain untuk tak bepergian ke sana.

Sedangkan Kanada memperingatkan warganya untuk menghindari bepergian ke Israel, selain juga menyarankan untuk tak ke Lebanon.

Kanada menegaskan hal itu karena situasi dapat semakin memburuk tanpa peringatan di wilayah itu.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS mengatakan bahwa warganya yang ingin tinggal di Lebanon harus menyiapkan rencana darurat.

Selain itu juga bersiap berlindung di tempat untuk jangka waktu yang lama.

Dilaporkan sejumlah maskapai penerbangan telah menangguhkan dan membatalkan penerbangan, dan banyak yang terjual habis.

Namun, mereka mengatakan pilihan transportasi komersial untuk meninggalkan Lebanon tetap tersedia.(*KOmpastv)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved