Lifestyle
Intimate Wedding Jadi Tren Pernikahan Generasi Muda, Lebih Personal dan Bermakna
Konsep pernikahan intimate wedding dengan tamu terbatas kini kian digandrungi pasangan milenial dan Gen Z.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konsep pernikahan intimate wedding dengan tamu terbatas kini kian digandrungi pasangan milenial dan Gen Z karena dianggap lebih personal, efisien, dan sarat makna.
Fokusnya bukan lagi seberapa ramai undangan, melainkan siapa saja yang benar-benar hadir di momen sakral itu.
Tren ini turut ditangkap oleh pelaku industri pernikahan di Semarang.
Baca juga: Rekomendasi Wedding Organizer di Semarang, Pilihan Profesional untuk Pernikahan Impian
Salah satunya melalui gelaran “Open House Traditional Intimate Wedding” yang digelar di Hotel Aruss Semarang selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
Bekerja sama dengan Tiara Wedding Organizer, acara ini menghadirkan konsep pernikahan tradisional yang dibalut nuansa modern dan intim.
Manager Tiara Wedding Organizer, Arief Kurniawan, menyebut intimate wedding bukan tren sesaat, melainkan perubahan cara pandang pasangan muda terhadap makna pernikahan.
“Generasi sekarang ingin punya gaya sendiri. Mereka ingin acara yang dihadiri orang-orang terdekat, yang benar-benar mereka sayangi. Bukan soal banyaknya tamu, tapi kedekatan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2025).
Menurut Arief, intimate wedding umumnya dihadiri 100 hingga 200 tamu.
Jumlah itu dianggap ideal untuk menjaga suasana tetap hangat tanpa kehilangan kesakralan acara.
Dari sisi anggaran, konsep ini juga dinilai lebih fleksibel.
“Dengan pemilihan vendor yang tepat, konsep intimate wedding bisa diwujudkan dengan anggaran di bawah Rp200 juta. Tapi tentu tergantung konsep dan kebutuhan masing-masing pasangan,” jelasnya.
Menariknya, konsep tradisional justru kembali dilirik. Namun bukan tradisional yang kaku, melainkan tradisional yang dikemas modern.
“Akad atau pemberkatan bisa dibuat intim dengan busana adat, sementara resepsi dikemas internasional style, baik indoor maupun outdoor. Kombinasi ini lagi banyak diminati,” katanya.
Gelaran open house ini dirancang sebagai one-stop solution bagi calon pengantin.
Lebih dari 20 vendor pernikahan terkurasi hadir, mulai dari dekorasi, rias pengantin, busana, fotografi, hingga tata suara dan pencahayaan.
Director of Sales & Marketing Hotel Aruss Semarang, Muhammad Azis, mengatakan acara ini menjadi jawaban atas kebutuhan pasangan modern yang ingin merencanakan pernikahan secara praktis dan transparan.
“Calon pengantin bisa langsung konsultasi, melihat konsep nyata, dan bertemu vendor dalam satu tempat. Ini memudahkan mereka mengambil keputusan,” ujarnya.
Selain itu, pengunjung juga ditawari berbagai promo eksklusif transaksi di tempat, termasuk potongan harga dan tambahan layanan.
Hotel Aruss bahkan menyiapkan doorprize voucher menginap gratis tanpa syarat minimum transaksi.
Sejak hari pertama, puluhan pasangan terpantau memadati Ruang Musi Hotel Aruss untuk berkonsultasi langsung.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa intimate wedding bukan sekadar tren musiman, melainkan arah baru industri pernikahan lebih sederhana, lebih jujur. (Rad)
Baca juga: Gule Otot Pekalongan, Kenyal Empuk yang Bikin Rindu Pesisir Tersaji di Khas Hotel
| Arsitektur Modern Kontemporer Jadi Solusi Memaksimalkan Tata Ruang di Lahan Terbatas |
|
|---|
| Rahasia Membuat Roti John Lembut ala Chef Hotel |
|
|---|
| Mengenal Konsep Inner Court, Desain Hunian yang Membuat Rumah Lebih Sehat dan Hemat Energi |
|
|---|
| Gampang Panik? Ini Penyebabnya Menurut Psikolog |
|
|---|
| Pakar Beri 5 Tips Hidup Bahagia, Batasi Screen Time Salah Satunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260228_Traditional-Intimate-Wedding.jpg)