Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu di Pasar Induk Batang, Faktor Cuaca Penyebabnya

Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Induk Kabupaten Batang merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/dina indriani
Seorang pedagang cabai dan kepokmas di Pasar Induk Batang, Jumat (12/12/2025). Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok masyarakat merangkak naik satu di antaranya cabai yang menembus Rp90 Ribu per kilogram. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Induk Kabupaten Batang merangkak naik. 

Lonjakan paling terasa terjadi pada bumbu dapur, terutama cabai, yang kini harganya kian “pedas” di kantong pembeli.  

Sepekan terakhir, harga cabai keriting yang semula Rp40 ribu per kilogram kini tembus Rp80 ribu. Sementara cabai rawit merah naik dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu.

Baca juga: Swiss-Belexpress Hadir di Rest Area KM 379A Jalan Tol Pemalang-Batang 

Viral Sekolah di Brebes Dipaksa Beli Tiket Konser Rp130 Ribu, Instruksinya Gunakan Dana BOS

Tak hanya cabai, wortel pun ikut terkerek dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram.  

Laela, pedagang Pasar Batang mengungkapkan, kenaikan harga dipicu faktor cuaca.

Hujan merata di daerah penghasil sayuran seperti Kecamatan Bawang, membuat pasokan berkurang.  

“Stok sebenarnya masih ada, tapi kualitasnya menurun karena terlalu banyak air."

"Akhirnya harga naik. Konsumen tetap beli, hanya jumlahnya dikurangi,” ujarnya.

Suharti, distributor sayuran asal Kecamatan Bawang membenarkan kondisi tersebut. 

Menurutnya, intensitas hujan tinggi membuat hasil panen tidak maksimal.  

“Sayuran yang terlalu sering kehujanan kualitasnya turun."

"Petani tetap panen, tapi mutunya tidak bagus untuk dijual,” jelasnya.  

Meski begitu, distribusi sayuran ke pasar masih berjalan lancar.

Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga.

Kentang, misalnya, turun dari Rp10 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.  

“Omzet kami ikut berkurang karena kualitas sayuran menurun. Tapi distribusi tetap stabil,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved