Berita Batang
Menko Pangan Zulhas di Batang: Tanpa NU dan Ansor, Pembangunan Indonesia Tak Akan Berhasil
Zulhas menegaskan bahwa NU merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar di dunia dan memiliki pengaruh kuat hingga ke pelosok desa.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa pembangunan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi rakyat, tidak mungkin berhasil tanpa peran aktif Nahdlatul Ulama (NU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Zulhas menyebut telah beberapa kali terlibat langsung dalam agenda Ansor dan menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini.
“Saya sudah tiga kali bersama Ansor."
"Dulu, sebelum Ansor lahir sekira 1930, banyak penolakan. Tapi dari situlah belajar tentang kesabaran dan perjuangan,” kata Zulhas di sela pelantikan pimpinan GP Ansor Batang, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Warga Batang Melalui MBG
Zulhas mengutip kisah KH Wahab Chasbullah tentang masa kejayaan Islam, ketika pasukan berkuda berhadapan dengan pasukan Persia yang menggunakan gajah.
Kisah itu, menurutnya, menjadi simbol tantangan besar yang hanya bisa dihadapi dengan persatuan dan adaptasi.
“Kuda bingung melihat gajah, gajah juga bingung melihat kuda. Mereka belum saling mengenal."
"Tapi, sejarah mengajarkan untuk tidak takut menghadapi tantangan besar,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa NU merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar di dunia dan memiliki pengaruh kuat hingga ke pelosok desa.
“NU ini besar sekali, tidak ada duanya. Kalau NU tidak maju, Indonesia tidak mungkin maju. Belok kiri NU, belok kanan NU, di desa-desa juga NU,” tuturnya.
Menurutnya, negara sebesar Indonesia tidak mungkin diurus oleh pemerintah seorang diri.
Peran masyarakat, khususnya ormas keagamaan seperti NU dan Ansor, menjadi penopang utama dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Pendidikan anak-anak membutuhkan kecerdasan, ketekunan, semangat, kesabaran, dan tentu biaya."
"Pemerintah punya keterbatasan, karena itu lahir pondok pesantren dan lembaga pendidikan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Nasib Warga Wonotunggal Terancam Putus, Jembatan Nyaris Runtuh, Ini Solusi Cepat Pemkab Batang
Zulhas menilai, santri dan kader Ansor memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkarakter dan berdaya saing.
| Tinggalkan Jalur Pantura, Ribuan Penumpang di Batang Lebih Pilih Kereta Api saat Libur Panjang |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Batang Ingatkan Kekuatan Indonesia Hadapi Tantangan Dunia |
|
|---|
| 20 Hewan Kurban di Batang Terinfeksi Cacing Hati, Dispaperta Pastikan Bebas PMK dan Antraks |
|
|---|
| Pemkab Batang Kebut Penataan Ruang Publik dan Stadion, Bupati Faiz: Digarap Bertahap |
|
|---|
| Hasil TKA SMP Batang Jadi Catatan Serius, Disdikbud Siapkan Strategi Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260130-_-Menko-Pangan-Zulkifli-Hasan-saat-Pelantikan-GP-Ansor-Batang.jpg)