Berita Batang
Dinkes Batang Mulai Tingkatkan Kewaspadaan, Antisipasi Munculnya Kasus Virus Nipah
Dinkes mulai lakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di Batang.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinkes Kabupaten Batang menegaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di wilayahnya maupun di Indonesia secara umum.
Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi menyampaikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan (faskes) telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Kalau virus Nipah sebenarnya kasusnya belum ada. Tapi pada prinsipnya, semua fasilitas kesehatan sudah disiapkan dengan segala kemungkinan,” kata Ida, Senin (9/2/2026).
Baca juga: 8 Puskesmas di Batang Harus Relokasi, Ini Beberapa Penyebabnya
Dia menjelaskan, upaya antisipasi dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta jajaran tenaga kesehatan.
Edukasi tersebut disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, pertemuan langsung, hingga apel internal.
“Sosialisasi dilakukan baik secara eksternal kepada masyarakat maupun secara internal kepada seluruh jajaran kesehatan,” jelasnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Ida memastikan bahwa faskes di Kabupaten Batang secara umum telah menyiapkan ruang isolasi.
Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi bekal penting dalam kesiapan tersebut.
“Belajar dari Covid-19, insya Allah kami sudah siap. Secara umum sudah siap menghadapi,” ungkapnya.
Meski demikian, Ida mengakui bahwa kesiapan saat ini masih bersifat umum.
Hal itu lantaran virus Nipah belum ditemukan di Indonesia, sehingga belum ada penanganan khusus maupun skrining spesifik.
“Secara khusus memang belum ada, karena penyakitnya juga belum ditemukan di Indonesia,” ungkapnya.
Baca juga: Muara Dangkal, DKP Batang Tambah Pengerukan Demi Aktivitas Nelayan Jelang Lebaran
Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Pasalnya, salah satu hewan penular virus Nipah, yakni kelelawar buah, merupakan spesies yang ada di Indonesia.
“Walaupun kasusnya belum ada, tapi karena vektor penularnya ada, kewaspadaan tetap harus diperhatikan,” tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk virus Nipah.
| Pemkab Batang Pastikan Tak Ada PHK Guru Non ASN, Status Jadi Pendamping Belajar |
|
|---|
| Bupati Faiz Buka Suara, Batang Tak Beli Mobil Listrik Justru Kejar Pendapatan dari SPKLU |
|
|---|
| Sapi Jumbo 900 Kg Milik Peternak Batang Dipilih Jadi Kurban Presiden RI |
|
|---|
| Dispaperta Batang: Hewan Kurban Harus Halal dan Bebas Penyakit |
|
|---|
| Ratusan Penari Cilik Batang Hidupkan Budaya Nusantara di Pendopo Kabupaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260209-_-Kepala-Dinkes-Kabupaten-Batang-Ida-Susilaksmi.jpg)