Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Dinkes Batang Mulai Tingkatkan Kewaspadaan, Antisipasi Munculnya Kasus Virus Nipah

Dinkes mulai lakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di Batang.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
VIRUS NIPAH - Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi. Dinkes mulai meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi jika virus Nipah masuk di Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinkes Kabupaten Batang menegaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di wilayahnya maupun di Indonesia secara umum.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi menyampaikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan (faskes) telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Kalau virus Nipah sebenarnya kasusnya belum ada. Tapi pada prinsipnya, semua fasilitas kesehatan sudah disiapkan dengan segala kemungkinan,” kata Ida, Senin (9/2/2026).

Baca juga: 8 Puskesmas di Batang Harus Relokasi, Ini Beberapa Penyebabnya

Dia menjelaskan, upaya antisipasi dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta jajaran tenaga kesehatan. 

Edukasi tersebut disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, pertemuan langsung, hingga apel internal.

“Sosialisasi dilakukan baik secara eksternal kepada masyarakat maupun secara internal kepada seluruh jajaran kesehatan,” jelasnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Ida memastikan bahwa faskes di Kabupaten Batang secara umum telah menyiapkan ruang isolasi. 

Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi bekal penting dalam kesiapan tersebut.

“Belajar dari Covid-19, insya Allah kami sudah siap. Secara umum sudah siap menghadapi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ida mengakui bahwa kesiapan saat ini masih bersifat umum.
 
Hal itu lantaran virus Nipah belum ditemukan di Indonesia, sehingga belum ada penanganan khusus maupun skrining spesifik.

“Secara khusus memang belum ada, karena penyakitnya juga belum ditemukan di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Muara Dangkal, DKP Batang Tambah Pengerukan Demi Aktivitas Nelayan Jelang Lebaran

Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. 

Pasalnya, salah satu hewan penular virus Nipah, yakni kelelawar buah, merupakan spesies yang ada di Indonesia.

“Walaupun kasusnya belum ada, tapi karena vektor penularnya ada, kewaspadaan tetap harus diperhatikan,” tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk virus Nipah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved