Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Jamin Ramadan Tanpa Petasan dan Perang Sahur, Polres Batang Gencarkan Patroli Khusus

Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Batang dipastikan bakal lebih tenang tanpa dentuman petasan dan aksi perang sarung. 

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/POLRES BATANG
PATROLI RAMADAN - Kapolres Batang, AKBP Veronica. Polres Batang akan menggencarkan patroli khusus Ramadan untuk mengantisipasi dan menindak tegas aksi perang sarung maupun petasan di wilayah hukumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Batang dipastikan bakal lebih tenang tanpa dentuman petasan dan aksi perang sarung

Polres Batang menyatakan komitmen penuh menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat dengan menyiapkan patroli intensif serta penindakan tegas bagi pelanggar.

Kapolres Batang, AKBP Veronica menegaskan bahwa Ramadan bukan ruang untuk euforia yang membahayakan, melainkan momentum memperbanyak ibadah dan menjaga ketertiban bersama.

Detik-detik Bubuk Petasan Seberat 28,6 Kilogram Dimusnahkan, Kapolres Batang: Demi Keselamatan!

Mulai 1 April 2026, Warga Jateng Bayar Pajak Kendaraan Didiskon 5 Persen

“Petasan itu dilarang selama bulan suci Ramadan. Kami tidak akan mentoleransi penjualan maupun penyalaannya,” kata AKBP Veronica, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, setiap tahun petasan kerap memicu gangguan kamtibmas, mulai dari kebisingan saat tarawih dan sahur, hingga risiko luka bakar dan kebakaran. 

Selain itu, tren perang sarung dan tawuran remaja yang marak menjelang dini hari juga menjadi perhatian serius aparat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran kepolisian akan menggencarkan patroli pada jam-jam rawan, terutama selepas salat tarawih hingga menjelang sahur.

Permukiman padat penduduk, pusat keramaian, serta lokasi yang dicurigai menjadi titik distribusi petasan masuk dalam prioritas pengawasan.

Tak hanya penindakan, pendekatan preventif juga dikedepankan. 

Polisi menggandeng tokoh masyarakat, pengurus masjid, hingga pihak sekolah untuk menyosialisasikan bahaya petasan dan dampak hukum yang mengintai pelanggar.

AKBP Veronica menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan. 

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mayoritas pengguna petasan dan pelaku perang sarung berasal dari kalangan remaja.

“Peran orangtua sangat penting. Awasi anak-anak agar tidak terlibat aktivitas yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan peredaran petasan atau potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

Setiap laporan, kata dia, akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved