Berita Batang
Strategi Bupati Faiz Tuntaskan Persoalan Sampah di Batang: Diawali Bangun TPS Terpadu
Pemkab Batang berkomitmen untuk menuntaskan persoalan sampah secara bertahap dan terukur dengan target 85 persen di tahun ini.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemkab Batang menegaskan komitmennya menuntaskan persoalan sampah secara bertahap dan terukur.
Setiap hari, Kabupaten Batang memproduksi sekira 428 ton sampah.
Berkaca pada angka itu, menuntut pemerintah mencari solusi sistematis dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Ruang Sakinah Hadir di Pengadilan Agama Batang, Lebih Cepat Urus Dispensasi Nikah
• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menyampaikan, strategi utama penanganan sampah akan difokuskan pada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Terpadu Sentul.
“Kami memiliki sampah 428 ton per hari. Ini akan kami urai di dua TPS."
"Yang pertama TPS Terpadu Sentul dengan kapasitas 100 sampai 120 ton. Sekarang masih tahap FS dan DED."
"Insya Allah mulai dibangun Agustus 2026 dan selesai 2027,” kata Bupati Batang kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/2/2026).
TPS Terpadu Sentul ditargetkan mampu melayani empat hingga lima kecamatan.
Sementara sisa sampah yang belum tertangani akan tetap dibuang ke TPA Randukuning, sembari dilakukan skema kolaborasi regional bersama wilayah Pekalongan Raya.
“Kami akan bekerja sama dengan swasta, sampah dari Batang akan dikirim ke Pekalongan."
"Insya Allah dengan begitu, sudah hampir 80 sampai 85 persen persoalan sampah diselesaikan,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur besar, Pemkab Batang juga mengandalkan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), khususnya di kawasan perkotaan agar sampah bisa selesai di tingkat kelurahan dan desa.
Menanggapi kekhawatiran soal banyaknya TPS3R yang mangkrak di daerah lain, Bupati Faiz menegaskan bahwa Batang sudah memiliki contoh TPS3R yang berjalan.
“Kami sudah punya TPS3R yang jalan baik di Kalipucang dan Saren, Warungasem."
"Meski belum maksimal, itu pernah berjalan baik. TPS3R itu hanya di hilir, hulunya adalah membangun kesadaran kolektif dan sistem manajemen,” jelasnya.
| Kisah Gayuh, Pengrajin Batu Akik Batang yang Bertahan Saat Tren Sudah Meredup |
|
|---|
| Bunda Literasi Batang Ajak Pelajar Ubah Kebiasaan Scroll Jadi Karya Produktif |
|
|---|
| Kelengkeng Batang Siap Tembus Minimarket, BRIN dan Undip Cari Solusi Kulit Buah Tak Cepat Menghitam |
|
|---|
| Proyek 7.000 Lampu Jalan, DPRD Minta Pemkab Batang Dahulukan Jalan Desa |
|
|---|
| Guru Batang Naik Kelas Digital, AI Dipakai Pangkas Administrasi hingga Bikin Murid Betah Belajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260224-_-Bersih-bersih-Pantai-Jodo-Batang.jpg)