Berita Batang
Krisis Dokter Hewan di Batang, 1 Veteriner Harus Tangani Ribuan Ternak
Di tengah pesatnya peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang menghadapi persoalan mendasar, keterbatasan tenaga dokter hewan.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Di tengah pesatnya perkembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang menghadapi persoalan mendasar, keterbatasan tenaga dokter hewan.
Saat ini, dari seluruh wilayah kabupaten, hanya ada satu medik veteriner yang bertugas menangani diagnosa penyakit ternak.
Baca juga: Cegah Kerugian Jelang Iduladha, Peternak Kambing di Blora Tangani Penyakit Tanpa Dokter Hewan
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Syam Manohara, menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada pembangunan gedung Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), melainkan pada minimnya tenaga medik veteriner.
“Permasalahan bukan di bangunan fisik Puskeswan, tetapi pada keterbatasan jumlah dokter hewan. Di Pemkab Batang saat ini hanya tersedia satu medik veteriner,” kata Syam kepada Tribunjateng, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan hewan kurang optimal, terutama untuk diagnosa penyakit yang hanya bisa dilakukan oleh dokter hewan.
Sementara itu, Batang memiliki sekitar 20 paramedik veteriner yang membantu pelayanan di lapangan, namun kewenangan diagnosa tetap berada di tangan medik veteriner.
“Kalau ada tambahan dokter hewan, tentu penanganan bisa lebih cepat. Ini yang paling mendesak,” tegasnya.
Kecamatan Reban kini menjadi satu di antaranya sentra sapi perah yang berkembang pesat.
Dua desa, yakni Pacet dan Semampir, menjadi pemasok susu untuk perusahaan multinasional Nestlé.
Camat Reban, Sugiharto, menjelaskan bahwa jumlah sapi perah berkualitas tinggi di wilayahnya sudah mencapai lebih dari 100 ekor dan masih akan bertambah seiring pembangunan kandang baru oleh para peternak.
Namun di sisi lain, peternak sempat mengalami kerugian akibat penyakit ternak yang tidak tertangani dengan cepat.
Hal itulah yang mendorong munculnya usulan pembangunan Puskeswan di wilayah Reban.
“Kalau ada layanan kesehatan hewan yang lebih cepat, kematian mendadak bisa dicegah,” ujarnya.
1 Dokter Untuk 3 Kecamatan
Syam Manohara menyebut, secara ideal, satu medik veteriner seharusnya menangani maksimal tiga kecamatan.
| Bupati Batang Buka Panggung Anak Muda, Dinas Diminta Berhenti Jadi Event Organizer |
|
|---|
| 825 Petugas Sensus Siap Sapu Bersih Data Ekonomi Batang, Dari Tukang Becak hingga Perusahaan KEK |
|
|---|
| Tambak Udang di Tengah Hamparan Sawah Batang Berujung Kasus Hukum, Warga Justru Mengaku Diuntungkan |
|
|---|
| Pemkab Batang Pastikan Proyek TPST Dibangun Tahun Ini, Layani 9 Kecamatan |
|
|---|
| Kecelakaan di Pantura Batang Akibat Beda Tinggi Jalan, Pemotor Oleng dan Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260301_Bupati-Batang-M-Faiz-Kurniawan-saat-tarawih_1.jpg)