Berita Pati
Kelompok Warga Pro-Sudewo Mendadak Muncul, Berharap Bupati Pati Sudewo Bertahan Hingga 2030
Gerakan pro-Sudewo kembali muncul di tengah masih bergulirnya upaya pemakzulan atau pelengseran terhadap Bupati Pati.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: raka f pujangga
Namun, masyarakat tetap mengirimkan bantuan berupa makanan, minuman, maupun uang atas inisiatif pribadi.
“Alhamdulillah donasi bisa untuk konsumsi peserta istigasah. Lalu donasi berupa uang kami alokasikan untuk membayar parkir agar parkir gratis, untuk honor tim kebersihan, sewa teratak, dan lain-lain,” jelas dia.
Suko menjamin, kegiatan ini bersifat swadaya oleh para pendukung Sudewo.
Tidak ada elite politik atau tokoh pemerintahan tertentu yang terlibat.
“Kami betul-betul dari masyarakat arus bawah di Kecamatan Kayen,” ucap dia.
Menurut Suko, masyarakat Kayen bersikukuh agar Sudewo tetap menjadi bupati.
Sebab, Sudewo telah membuktikan kerja nyata untuk membangun Pati, bahkan sebelum menjabat sebagai bupati.
“Saat menjabat DPR RI, beliau sudah banyak membangun lewat program aspirasinya. Membantu rakyat miskin dengan program bedah rumah, sanitasi, sampai WC umum. Setelah itu beliau memfasilitasi turunnya anggaran dari pemerintah untuk perbaikan jalan penghubung antarkecamatan,” kata dia.
Menurut Suko, kerja nyata Sudewo semakin terlihat setelah dirinya menjabat bupati.
Baru enam bulan memimpin, Sudewo gencar membangun infrastruktur. Jalan-jalan yang puluhan tahun rusak akhirnya diperbaiki.
“Sepuluh tahun terakhir, Pati tertinggal dari daerah lain, banyak jalan rusak. Dengan Pak Sudewo memimpin, banyak jalan sudah mulus, tak hanya di Kayen, tapi keseluruhan Pati. Maka kami bersikukuh menolak beliau lengser,” tegas dia.
Namun, Suko tidak menampik bahwa kebijakan Sudewo yang sempat menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen memang kurang tepat.
Akan tetapi, dirinya mengapresiasi kebesaran hati Sudewo yang bersedia membatalkan kebijakan tersebut setelah mendapat masukan masyarakat.
Demikian pula terkait kebijakan lima hari sekolah yang akhirnya dibatalkan dan dikembalikan menjadi enam hari sekolah.
“Misal pajak naik kemarin, kami juga tidak sepakat. Lalu yang lima hari sekolah juga. Tapi dengan pernyataan beliau, yang mencabut kebijakan itu, seharusnya masyarakat tahu berterima kasih. Pemimpin sudah mengabulkan tuntutan kita, maka kita wajib mendukung. Apalagi beliau sudah membuktikan kinerjanya membangun Pati,” jelas Suko.
| Sedang Dapat Bantuan Renovasi, Rumah di Desa Godo Pati Ambruk Terguyur Hujan |
|
|---|
| Buron ke Jabar, Identitas 2 Pelaku Penganiayaan Remaja Hingga Patah Rahang di Pati Dikantongi Polisi |
|
|---|
| Sempat Dicoret Pusat, Bantuan Puso Rp15 Miliar untuk Petani Pati Akhirnya Cair |
|
|---|
| Kronologi Seorang Nelayan di Pati Hajar AFI Hingga Retak Rahang, Diawali Perkelahian di Juwana |
|
|---|
| Dikunjungi Wamenkes, Plt Bupati Chandra Komitmen Perkuat Penanganan Tuberkulosis di Pati |
|
|---|