Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

PB Djarum Komitmen Benahi Prestasi Bulu Tangkis Indonesia lewat Bibit Usia Dini

Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum resmi bergulir.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
JUMPA PERS - Sejumlah pejabat PB Djarum menggelar konferensi pers dalam Audisi Umum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, yang berlangsung sejak Senin (8-12/9/2025). Ajang ini dihadiri beberapa legenda bulu tangkis nasional, seperti seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Maria Kristin, Vita Marissa, dan beberapa legenda bulutangkis lainnya. (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum resmi bergulir.

Melalui ajang tersebut, PB Djarum berkomitmen menyiapkan kader atlet bulu tangkis terbaik dari usia dini.

Kader-kader tersebut nantinya siap ditempa sebagai atlet bulu tangkis PB Djarum di kancah level nasional hingga internasional.

Baca juga: Uang Kas Rp69,9 Juta Jadi Persoalan K3S di Kudus Akhirnya Dikembalikan

Diharapkan lahir atlet-atlet unggul yang bisa memperbaiki prestasi bulu tangkis Indonesia di kejuaraan internasional.

Serta, mampu bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai negara.

Audisi Umum PB Djarum 2025 juga dihadiri sederet legenda bulu tangkis Indonesia yang turut serta memantau bakat para peserta.

Di antaranya adalah Hendrawan, Aryono Miranat, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Mohammad Ahsan, Shesar Hiren Rustavito, Vita Marissa, Richard Mainaky, Maria Kristin, dan Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebanyak 1.729 atlet bulu tangkis dari berbagai penjuru Indonesia sudah menginjakkan kaki di Kota Kretek guna menuntaskan perjuangan menjadi atlet bulu tangkis profesional di level dunia.

Kemeriahan tergambarkan di GOR Djarum Jati, Kudus, yang dipenuhi para calon atlet belia datang dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi.

Terlihat beberapa peserta audisi masih disibukkan dengan latihan tanding di sela-sela pertandingan.

Ada juga yang mengasah teknik pukulan agar bisa main maksimal tanpa merasa nervous di panggung kompetisi.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin menyampaikan, Audisi Umum PB Djarum sebagai satu upaya menjaga dan melanjutkan tongkat estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia.

Tahun ini, ajang yang digelar selama lima hari, mulai 8 - 12 September 2025, di GOR Djarum Jati, Kudus, diikuti 1.729 peserta.

Audisi ini bukan sekadar ajang pencarian bakat semata, juga sebagai langkah konkret dalam merancang masa depan bulu tangkis Indonesia melalui proses seleksi ketat dan pembinaan terstruktur.

Yoppy Rosimin mengatakan, bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional pada 9 September, pihaknya meyakini bahwa kejayaan olahraga mempersatukan bangsa.

Di mana Audisi Umum merupakan pilar utama dari komitmen jangka panjang PB Djarum guna memastikan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia terus berlangsung secara berkesinambungan.

Bagaimana investasi talenta muda menjadi kunci melanjutkan dominasi Indonesia di panggung dunia.

Dia menyebut, atlet-atlet muda adalah denyut nadi bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.

PB Djarum setiap tahunnya menyelenggarakan Audisi Umum, membuka gerbang seluas-luasnya bagi pebulu tangkis belia di seluruh penjuru negeri dengan mimpi yang besar.

"Mengambil peran di garda terdepan untuk memfasilitasi mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Kami siap menempa mereka menjadi pahlawan bulutangkis di masa depan dan memastikan nyala api kejayaan bulu tangkis Tanah Air tetap terjaga," terangnya.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menuturkan terdapat dua elemen inovasi yang dilakukan pada Audisi Umum tahun lalu yang kembali diterapkan di tahun ini.

Yakni, kelompok usia dan tahap screening.

Dia menilai bahwa terobosan tersebut masih relevan untuk para peserta mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang rangkaian seleksi bergulir karena bertemu dengan lawan sepadan berdasarkan usia.

Selain itu, sistem ini memungkinkan Tim Pencari Bakat yang terdiri dari para legenda bulu tangkis Indonesia untuk menyeleksi lebih seksama sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Fokus pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu U-11 hingga KU 12 sebagai langkah strategis.

Pada usia ini, bakat alami dan potensi seorang atlet dinilai terlihat paling murni.

Selain itu, sistem screening di awal juga efektif untuk melihat daya juang dan menguji mentalitas sejak pertandingan pertama.

"Kami tidak hanya mencari bibit unggul yang memiliki bakat teknis, tetapi juga mereka yang memiliki semangat, daya juang tak kenal lelah, karakter kuat, serta atlet berkualitas super.

Inilah DNA juara yang kami cari untuk melanjutkan estafet prestasi," jelas Sigit.

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menilai bahwa persaingan di sektor putra kini semakin menuntut kesempurnaan fisik dan kecepatan.

Timnya mencari calon atlet yang tidak hanya memiliki teknik dasar yang baik, juga postur tubuh dan fondasi fisik yang mumpuni.

Proses seleksi oleh timnya bagaimana mengamati secara detail setiap pergerakan dan potensi kekuatan para peserta selama audisi berlangsung.

"Tugas kami bukan hanya melihat siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka bermain.

Kami memperhatikan footwork, feel pukulan yang baik, kecerdasan di lapangan, cara mereka memegang raket, hingga ketenangan saat berada di bawah tekanan.

Karena atlet yang cerdas di lapangan akan mampu mengembangkan permainannya dengan lebih cepat," ujar dia.

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika menyampaikan, dalam Audisi Umum PB Djarum tahun ini, kriteria utama yang dibidik untuk sektor putri adalah postur tubuh yang ideal.

Selain itu, faktor fisik menjadi sangat penting agar para atlet mampu bersaing di level internasional.

Kecuali, atlet yang memiliki bakat.

Jika kemampuannya tergolong standar, lanjut Yuni, penilaian tetap memprioritaskan faktor postur, khususnya tinggi badan atau potensi untuk tumbuh tinggi.

Aspek lain yang turut menjadi pertimbangan tentu saja mencakup talenta, mentalitas, dan kecerdikan dalam membaca jalannya pertandingan. (Sam)

Baca juga: Pemkab Kudus Tanggung Penuh Premi BPJS Ketenagakerjaan Pengemudi Ojek Online

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved