Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

100 Pustakawan Bicara Soal AI di Universitas Muria Kudus, Akankah Dongkrak Literasi?

Perkembangan dunia teknologi dalam bentuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
SEMINAR NASIONAL - Perpustakaan UMK menggelar seminar nasional dihadiri para pustakawan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah, Rabu (29/10/2025). Seminar tersebut dimaksudkan untuk menjemput masa depan literasi dengan tema "Integrasi Artificial Intelligence dalam Ekosistem Perpustakaan dan Pendidikan". 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perkembangan dunia teknologi dalam bentuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini mulai dikembangkan untuk memajukan dunia pendidikan dan perpustakaan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan yang benar dapat dioptimalkan untuk mendongkrak literasi di jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Erwan Setyo Budi, Pustakawan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Semarang dalam Seminar Nasional Perpustakaan yang digelar Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (29/10/2025).

Baca juga: UMK Grobogan 2026 Bertambah hingga Rp 236 Ribu, Jika Upah Minimum Naik

Seminar yang diikuti kurang lebih 100 peserta perwakilan dari berbagai perpustakaan perguruan tinggi dan pendidikan sekolah dasar dan menengah tersebut dimaksudkan untuk menjemput masa depan literasi dengan tema "Integrasi Artificial Intelligence dalam Ekosistem Perpustakaan dan Pendidikan".

Erwan Setyo Budi menuturkan, kecerdasan buatan atau AI dapat dikategorikan dalam tiga hal.

Kecerdasan Kalam (Tuhan) seperti yang tertulis dalam Al Quran atau kitab-kitab yang telah memprediksi kejadian di masa depan, menjelaskan kejadian yang telah lampau, dan bisa dibuktikan secara ilmiah.

Kecerdasan Alamiah (Manusia), di mana manusia mempelajari hal-hal yang ada untuk melakukan hal-hal yang menjadi kesibukan sehari-hari.

Dan Kecerdasan Buatan (Mesin), berupa pengembangan teknologi oleh manusia sebagai sebuah mesin.

Menurut dia, tantangan sebuah kecerdasan buatan atau AI bukan menggantikan pekerjaan manusia, namun bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia.

Di mana AI mampu menyesuaikan gaya belajar, membuat konten otomatis, umpan balik cepat, dan membantu administrasi lebih cepat.

Dari sebelumnya kehadiran AI menimbulkan keresahan, kini kecerdasan buatan digandrungi oleh semua kalangan masyarakat, untuk membantu mempermudah pekerjaan.

"Nah hadirnya kecerdasan buatan ini bisa juga dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan pendidikan dan perpustakaan," terangnya.

Erwan mencontohkan, di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Semarang kini sudah memiliki fitur chat board yang di dalamnya dikombinasikan dengan fitur kecerdasan buatan.

Fitur tersebut bisa diakses semua mahasiswa, dosen, dan civitas akademika Poltekkes Kemenkes Semarang untuk membantu dan memudahkan pekerjaan di bidang pendidikan.

Kata dia, hal serupa juga bisa dikembangkan di perguruan tinggi lainnya, serta bisa dikembangkan di tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved