Berita Kudus
100 Pustakawan Bicara Soal AI di Universitas Muria Kudus, Akankah Dongkrak Literasi?
Perkembangan dunia teknologi dalam bentuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perkembangan dunia teknologi dalam bentuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini mulai dikembangkan untuk memajukan dunia pendidikan dan perpustakaan.
Pemanfaatan kecerdasan buatan yang benar dapat dioptimalkan untuk mendongkrak literasi di jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Erwan Setyo Budi, Pustakawan di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Semarang dalam Seminar Nasional Perpustakaan yang digelar Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (29/10/2025).
Baca juga: UMK Grobogan 2026 Bertambah hingga Rp 236 Ribu, Jika Upah Minimum Naik
Seminar yang diikuti kurang lebih 100 peserta perwakilan dari berbagai perpustakaan perguruan tinggi dan pendidikan sekolah dasar dan menengah tersebut dimaksudkan untuk menjemput masa depan literasi dengan tema "Integrasi Artificial Intelligence dalam Ekosistem Perpustakaan dan Pendidikan".
Erwan Setyo Budi menuturkan, kecerdasan buatan atau AI dapat dikategorikan dalam tiga hal.
Kecerdasan Kalam (Tuhan) seperti yang tertulis dalam Al Quran atau kitab-kitab yang telah memprediksi kejadian di masa depan, menjelaskan kejadian yang telah lampau, dan bisa dibuktikan secara ilmiah.
Kecerdasan Alamiah (Manusia), di mana manusia mempelajari hal-hal yang ada untuk melakukan hal-hal yang menjadi kesibukan sehari-hari.
Dan Kecerdasan Buatan (Mesin), berupa pengembangan teknologi oleh manusia sebagai sebuah mesin.
Menurut dia, tantangan sebuah kecerdasan buatan atau AI bukan menggantikan pekerjaan manusia, namun bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia.
Di mana AI mampu menyesuaikan gaya belajar, membuat konten otomatis, umpan balik cepat, dan membantu administrasi lebih cepat.
Dari sebelumnya kehadiran AI menimbulkan keresahan, kini kecerdasan buatan digandrungi oleh semua kalangan masyarakat, untuk membantu mempermudah pekerjaan.
"Nah hadirnya kecerdasan buatan ini bisa juga dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan pendidikan dan perpustakaan," terangnya.
Erwan mencontohkan, di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Semarang kini sudah memiliki fitur chat board yang di dalamnya dikombinasikan dengan fitur kecerdasan buatan.
Fitur tersebut bisa diakses semua mahasiswa, dosen, dan civitas akademika Poltekkes Kemenkes Semarang untuk membantu dan memudahkan pekerjaan di bidang pendidikan.
Kata dia, hal serupa juga bisa dikembangkan di perguruan tinggi lainnya, serta bisa dikembangkan di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
| Siap-siap, 7 Desa di Kudus Gelar Pilkades Antarwaktu Serentak |
|
|---|
| Pemkab Kudus Berupaya Tambah Koleksi Buku Perpustakaan Daerah |
|
|---|
| Gedung Kudus Sehat RSUD dr Loekmono Hadi Akan Segera Dibangun |
|
|---|
| Polisi Kudus Tangkap 7 Anak Pelaku Pencurian Tutup Drainase, Barang Dijual ke Pengepul Rp 9 Ribu |
|
|---|
| Selamat, Asyifa dan Della Siswi SMPN 3 Kudus Gabung TC Timnas Indonesia U17 di Prancis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251029_Perpustakaan-UMK-Seminar-Nasional-AI_1.jpg)