Readers Note
Persoalan Transportasi Jalan Raya Jelang Nataru
Sampai saat ini H-15 masih banyak titik perbaikan jalan nontol dan tol. Di sepanjang tol trans Jawa ada beberapa titik dalam proses pengerjaan.
Persoalan Transportasi Jalan Raya Jelang Nataru
Oleh Kurnia Lesani Adnan | Plt Sekjen DPP Organda Pusat
MENJELANG libur Nataru masih mengganjal dan bahkan berpotensi menjadi halangan kelancaran. Yang sudah di depan mata adalah infrastruktur.
Sampai saat ini H-15 masih banyak titik perbaikan jalan nontol dan tol. Di sepanjang tol trans Jawa ada beberapa titik dalam proses pengerjaan.
Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh menyempitnya arus lalu lintas. Di Tol Cipali Km 72. Di tol Trans Sumatera ada juga perbaikan jalan.
Sedangkan di jalan nontol ada rehabilitasi jembatan Way Pinatu Km 169+890 Trans Sumatera Lintas Barat. Curah hujan juga sedang tinggi. Faktor cuaca harus kita antisipasi demi mencapai kemanan, kenyamanan dan kelancaran arus libur Nataru 2025.
Di jalur Lintas Barat banyak tanjakan dan di situ tumpahan minyak CPO berserakan sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Keamanan Jalan
Sampai Saat Ini Banyak Titik Jalan Nontol Yang Berpotensi Terjadi Pelemparan Batu Dilakukan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab. Sehingga Menyebabkan Penumpang Bus Terluka Juga Pengemudi Bus/Truck tak luput dari sasaran.
Beberapa daerah rawan pelemparan batu antara lain di Jalan Lintas Situbondo (Jatim), Jalur Wonorejo Lumajang Jatim, Jalan lintas Karanganyar Kebumen. Juga di Jalan Lintas Andalas Sumatera, serta jalan Lintas Timur Riau-Sumut.
Kelangkaan Solar
Menjelang Akhir Tahun Ini Sudah Menjadi Sebuah Agenda Tahunan SPBU Kehabisan Stok BBM Solar. Sehingga Kendaraan Angkutan Umum Penumpang/Barang Harus Membeli BBM Eceran Di Sekitar SPBU Setempat.
Di Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumbar, Riau, Sumut, Lampung Bahkan Di SPBU Sepanjang Tol Trans Sumatera & Tol Trans Jawa Pun Terjadi Kelangkaan BBM Solar.
Fenomena Yang Sangat Menarik di saat BBM di SPBU kosong. Tetapi jualan BBM eceran di dekat SPBU malah tersedia. Ini polemik di lapangan.
Perihal Barcode
Barcode di My Pertamina terblokir tanpa sebab. Untuk pembukaan blokir harus lapor pengaduan di 135 atau website sebagian tidak wajar. Berulang Kali Diproses Untuk Penbukaan Blokir.Namun Tidak Kunjung Selesai. Tapi ada oknum pihak SPBU Yang Dapat Membantu Pembukaan Blokir Dengan Berbayar. Dan Ini Keanehan Yang Tidak Terjawab hingga kini.
Juga Banyak Terjadi Kuota BBM Di Barcode Tiba Tiba Tinggal Sedikit, Sementara Kendaraan Yang Bersangkutan Belum Menggunakan Barcode Pada Hari itu.
Kami Sebagai Pengguna Bahan Bakar Minyak Bersubsidi Ini Sangat Resah Dengan Dinamika Dan Permasalahan Ini. Karena Sangat Mengganggu Operasional Dalam Melayani Kebutuhan Transportasi Masyarakat Sehari Hari.
Kami Sangat Resah Dalam Melaksanakan Pelayanan Kebutuhan Transportasi Masyarakat Untuk Situasi Ini, Kami Minta pemerintah hadir menyelesaikan berbagai persoalan ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kurnia-Lesani-Adnan-Plt-Sekjen-DPP-Organda-Pusat.jpg)