Berita Regional
Anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia
Seorang anggota Brimob Polda Aceh diduga menjadi tentara bayaran Rusia.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
"Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa PTDH," tegas Joko.
Sosok Bripda Muhammad Rio
Bripda Muhammad Rio adalah anggota Sat Brimob Polda Aceh.
Jika dilihat dari kepangkatannya, Bripda Muhammad Rio ini merupakan bintara pangkat rendah.
Bripda merupakan singkatan dari Brigadir Polisi Dua, pangkat terendah dalam golongan Bintara Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Pangkat ini setara dengan Sersan Dua (Serda) di TNI dan biasanya dipegang oleh polisi yang telah lulus pendidikan bintara dasar.
Untuk informasi detail alamat dan tanggal lahir Bripda Muhammad Rio, belum tersiar secara terbuka ke publik.
Namun, ia terakhir kali bertugas di Yanma Brimob Polda Aceh.
Yanma (Pelayanan Markas) adalah unit di dalam Polri (dan Polda) yang mengurus pelayanan umum dan urusan dalam seperti angkutan, perumahan, keamanan markas, protokoler, administrasi, serta pemeliharaan fasilitas di lingkungan markas besar (Mabes) Polri atau Polda, bertugas memastikan operasional internal berjalan lancar.
Meskipun tugas utamanya adalah pelayanan, Yanma juga seringkali menjadi tempat penempatan anggota Polri yang sedang dalam proses mutasi atau sanksi, menjadi alasan istilah ini sering muncul di media.
Kronologi Bripda Rio jadi tentara bayaran Rusia
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan jika Bripda Rio merupakan anggota yang disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin resmi.
Joko menyebut Bripda Rio menjadi anggota disersi setelah mendapat hukuman berupa demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob akibat pelanggaran kode etik profesi Polri akibat kasus dugaan perselingkuhan hingga menikah siri.
"Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun," kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
- Sejak 8 Desember 2025, Bripda Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan yang jelas.
- 24 Desember Provos melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada yang bersangkutan.
- 7 Januari 2026, Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma serta PS Kasubbagrenmin.
- 9 Januari 2026, Bidang Propam Polda Aceh melaksanakan Sidang kedua KKEP secara in absentia. (*)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sosok Bripda Muhammad Rio, Brimob Polda Aceh Diduga jadi Tentara Bayaran Rusia, Terdeteksi ke LN
Baca juga: Satria Pria Ambarawa Semarang yang Jadi Tentara Bayaran Rusia Ternyata Sudah Divonis Penjara 1 Tahun
| Jasad Bayi Ditemukan Tak Utuh Diduga Dimakan Anjing, Anak SMA Mengaku Melahirkan di Kamar Mandi |
|
|---|
| Wanita Karanganyar Sayat Leher Suami saat Menginap di Losmen Setelah Jalan-Jalan di Pantai |
|
|---|
| Ibu Muda Nekat Minum Racun Bersama Tiga Anaknya, Sebelumnya Sempat Curhat Masalah Rumah Tangga |
|
|---|
| Dibutakan Dendam, Pria Tusuk Mantan Adik Ipar hingga Tewas |
|
|---|
| Brigadir Arya Supena Naik Pangkat Luar Biasa Usai Tewas Saat Menyelamatkan Motor Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260117_TENTARA-BAYARAN-RUSIA.jpg)