Berita Regional
Dijemput Teman Malam-Malam, Pelajar Dianiaya Segerombolan Orang di Lapangan hingga Tewas
Seorang pelajar asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Namun nahas, korban ternyata langsung dipukul oleh gerombolan orang tersebut. Pemukulan dilakukan menggunakan selang, paralon, hingga gunting.
Mirisnya lagi, korban sempat disundut rokok dan digilas pakai sepeda motor berulang kali.
"Pada akhirnya, ketika sudah tidak sadar. Anak saya mau dipotong telinganya. Kebetulan, gunting itu disahut sama teman anak saya yang tadi buntutin," urainya.
Setelah tahu korban dalam keadaan tidak sadar alias pingsan, gerombolan orang tersebut langsung bubar.
Rekan korban atau kakak kelas korban bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Saras Adyatma.
"Anak saya dirawat di rumah sakit itu selama dua hari. Itu tidak ada perkembangan, padahal biayanya mahal. Per hari bisa sampai Rp10 juta. Dan dikarenakan tidak ada perkembangan, terus dipindah ke Rumah Sakit PKU Jogja," katanya.
Korban dirawat di Rumah Sakit PKU Jogja sejak Kamis (16/4/2026) malam hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) pukul 21.30 WIB.
Korban ternyata mengalami luka cukup parah dan berat untuk dilakukan operasi.
"Itu (korban mengalami) bengkak pada kepala, sehingga dia tidak sadarkan diri sampai meninggal belum pernah sadar. Sebentarpun belum (pernah sadar) sampai akhirnya meninggal," ucap Sugeng.
Keluarga tidak ikhlas
Kini, ia hanya bisa menaruh harapan kepada pihak kepolisian untuk turut melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus sampai tuntas. Pelaku diharapkan segera diproses hukum.
Menurutnya, mana ada orang tua yang ikhlas ketika anaknya dianiaya. Apalagi, dalam kasus ini terdapat dugaan penculikan sebelum akhirnya dilakukan penganiayaan berencana sampai meninggal dunia.
"Mana ada orang tua yang ikhlas seperti itu. Kalau benar-benar takdir Allah, ya insya Allah semua bisa dikembalikan dengan iklas. Akan tetapi, ini dianiaya bahkan melebihi Partai Komunis Indonesia," ucapnya.
Di sisi lain, hampir setengah tahun ini korban jarang keluar malam-malam. Apabila berada di luar hingga pukul 21.00 WIB sampai 21.30 WIB, Sugeng selalu langsung menghubungi korban dan meminta agar segera pulang.
Korban sendiri merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Korban juga disebut jarang membawa sepeda motor, sehingga kerap membonceng rekannya ketika pulang pergi sekolah.
| Pria Rekam Aksi Pukuli Dua Anaknya untuk Cari Perhatian Istri, Video Viral hingga Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Tamu Hotel Terekam Curi Uang Rp3 Juta di Meja Resepsionis, Terlihat Santai saat Beraksi |
|
|---|
| Video 18 Detik Dugaan Perundungan Siswa SMP Viral, Ini Kata Kepala Sekolah |
|
|---|
| Anak Bunuh Ibu Tiri Hanya gara-gara Tak Dipinjami Ponsel |
|
|---|
| Tertangkap Warga, Pemakai Narkoba Dihukum Ceburkan Diri ke Kali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260421_PELAJAR-TEWAS-DIANIAYA.jpg)