Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Dijemput Teman Malam-Malam, Pelajar Dianiaya Segerombolan Orang di Lapangan hingga Tewas

Seorang pelajar asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jogja
PELAJAR TEWAS DIANIAYA: Pelayat melakukan salat jenazah Ilham Dwi Saputra (16), korban penganiayaan asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Senin (20/4/2026). (Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana) 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Seorang pelajar asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.

Korban bernama Ilham Dwi Saputra (16).

Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), menceritakan, bahwa korban dikeroyok oleh segerombolan orang di Lapangan Gadung Mlaten Kapanewon Pandak.

Baca juga: Anak Bunuh Ibu Tiri Hanya gara-gara Tak Dipinjami Ponsel

Ia belum bisa memastikan identitas pelaku pengeroyokan tersebut.

Dijemput teman malam-malam

"Awalnya, Selasa (14/4/2026) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya, kepada wartawan, di rumahnya, Senin (20/4/2026).

Sugeng mengaku tidur dulu dikarenakan sudah lelah usai bekerja. Kakak korban juga sudah tidur terlebih dahulu.

Istri Sugeng yakni Sriwahyuni dan kakak ipar Sugeng belum tidur.

"Nah di situ, tiba-tiba ada teman anak saya pakai sepeda motor Nmax kalau enggak salah boncengan. Terus njemput anak saya itu. Yang tahu itu malah tetangga," jelasnya.

Dikatakannya, korban dibawa ke belakang salah satu SMA di Kapanewon Bambanglipuro. Di lokasi itu disebut ada teman korban. 

"Terus tidak selang lama, ada dua orang lagi boncengan pakai Scoopy warna hitam merah, kalau enggak salah. Itu boncengan dan jemput Ilham, anak saya," beber dia.

Di lokasi itu ada kakak kelas korban. Kakak kelas korban sempat menaruh rasa curiga, sehingga membuntuti korban.

Ternyata, korban dibawa ke Lapangan Gadung Mlaten.

Dianiaya sepuluh orang

"Setelah sampai di situ, ternyata sudah ditunggu banyak orang. Sekitar hampir 10 orang di situ. Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak," ujar Sugeng.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved