Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

22 Luka yang Bicara: Menguak Tabir Dendam Membara di Balik Tragedi Rumah Mewah Cilegon

Motif dendam diduga kuat menjadi alasan di balik kasus pembunuhan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
IST/TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir/Tribun Banten
PEMBUNUHAN BOCAH - Tampak rumah mewah di BBS Kota Cilegon yang menjadi lokasi dugaan perampokan disertai pembunuhan, Rabu, (17/12/2025). Anak Dewan Pakar PKS Cilegon tewas ditusuk di rumahnya. Wakil Bupati Serang Najib Hamas dan warga mengikuti prosesi pemakaman MAHM alias A (9) di TPU Makam Balung, Cilegon, Banten, Rabu (18/12/2025). 

A merupakan putra dari seorang pengusaha sekaligus Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suherman. Ia tercatat sebagai siswa kelas IV SD Islam Al Azhar 40 Cilegon.

Pantauan di ruang kelas 4 Mina SD tersebut, tampak kelas A berada di lantai dua gedung sekolah.

Dinding kelas dipenuhi poster dan media pembelajaran.

Sebuah karton kuning bertuliskan Jadwal Piket 4D mencatat nama A sebagai petugas piket setiap Rabu.

Di sisi ruangan, deretan lemari siswa berjajar rapi. Salah satunya adalah loker berwarna merah, ditempeli secarik kertas bertuliskan, “Hai, saya A.”

Di dalam loker itu tersimpan barang-barang pribadi almarhum, mulai dari Al-Qur’an, kartu bergambar karakter One Piece, mainan robot dinosaurus, hingga buku pelajaran Fikih dan Aqidah Akhlak.

Seluruhnya dibiarkan utuh oleh pihak sekolah.

Sosok Korban

Kepala SD Islam Al Azhar 40 Cilegon, Ridwan Arifin, mengenang A sebagai murid yang berperilaku baik, ceria, mudah bergaul, dan aktif mengikuti kegiatan sekolah.

“Kesehariannya itu, alhamdulillah Ananda itu termasuk alim ya, perilakunya juga bagus, akhlaknya bagus, kemudian ceria, kemudian main bersama dengan teman-temannya,” ujar Ridwan.

Ia menyebut A aktif dalam kegiatan Pramuka dan selalu menunjukkan antusiasme tinggi.

“Setelah Pesta Siaga dan Pesta Penggalang, dia bilang ke pelatihnya, ‘Kak, ada Pramuka lagi kapan? Saya sudah siap nih untuk ikut lagi,’” katanya.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Guru SD yang Jasadnya Ditemukan di Hutan Brebes

Dalam bidang akademik, A juga tergolong berprestasi.

“Ananda itu di kelas termasuk peringkat 10 besar. Disukai teman-temannya karena sering berbagi,” ungkap Ridwan.

Selain itu, A sempat menyampaikan keinginan mengikuti les musik, meski belum sempat terwujud.

“Dia bilang mau ikut les drum atau piano,” tuturnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Anak Petinggi PKS Cilegon Tewas, Susno Duadji Ungkit Dendam, Staf Ahli Kapolri: Emosi Pelaku Meledak

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved