Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Viral Imam Masjid Dipukuli 3 Pria 1 Wanita Hingga Pingsan

Kasus pengeroyokan terhadap seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengundang perhatian publik

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
tribun timur
IMAM MASJID DIANIAYA - Ahmad (62) seorang imam Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo dianiaya oleh 4 orang setelah menegur anak-anak yang bermain mikrofon masjid. Tribun Timur/Muh. Sauki Maulana 

Beberapa jemaah masjid berusaha memberikan bantuan, tetapi upaya tersebut dihalangi oleh para pelaku.

Ahmad yang terluka parah hanya bisa menyelamatkan diri dengan merangkak menuju keran untuk membersihkan darah di wajahnya.

Dalam kondisi luka, ia kemudian menuju Polsek Wara untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun situasi semakin mengejutkan ketika ia mengetahui pihak yang menuduhnya telah lebih dulu membuat laporan.

 
Bantah Pukul Anak, Polisi Tidak Temukan Bukti

Dalam laporan tersebut, Ahmad dituduh telah memukul seorang anak hingga mengalami benjol.

Namun hasil pemeriksaan kepolisian tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

“Hasilnya tidak ada benjol. Karena memang saya tidak memukul,” tegas Ahmad.

Ia mengakui hanya memberikan jitakan ringan sebagai bentuk teguran atas perilaku anak-anak yang dinilai sudah keterlaluan.

 
Anak Kerap Ganggu Aktivitas Ibadah

Ahmad mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut sering membuat keributan di dalam masjid, mulai dari berteriak menggunakan mikrofon hingga melakukan aksi berbahaya.

“Teriak-teriak pakai mikrofon, salto di dalam, bahkan bawa sepeda masuk masjid,” ungkapnya.

Akibat ulah tersebut, sejumlah fasilitas masjid mengalami kerusakan, termasuk kaca railing yang pecah.

“Hari itu saya marah karena mereka ganggu persiapan salat,” katanya.

 
Korban Sempat Pingsan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Luka yang dialami Ahmad cukup serius hingga menyebabkan ia pingsan saat berada di Polsek Wara.

Ia kemudian dilarikan ke RS Mega Buana sebelum dirujuk ke RS Palemmai Tandi untuk mendapatkan perawatan intensif dan visum.

Pihak kepolisian memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih menunggu hasil visum untuk proses lebih lanjut. Terduga pelaku juga sudah dipanggil,” tandas Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marzuki.

Sejauh ini, empat saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara jelas peristiwa pengeroyokan tersebut. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved