Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga BBM Naik

Mengenal Teknologi Dual Mode yang Disebut Bisa Jadi Solusi saat Harga BBM Naik

Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya kepemilikan kendaraan di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
ILUSTRASI – Dual Mode Technology (DM) milik BYD yang mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin dalam satu sistem penggerak untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan konsumsi bahan bakar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya kepemilikan kendaraan di Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, teknologi Dual Mode atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai dilirik sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan kendaraan lebih hemat tanpa harus sepenuhnya beralih ke mobil listrik.

Dual Mode merupakan teknologi yang menggabungkan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin bensin dalam satu kendaraan. 

Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, baterai pada Dual Mode PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal sehingga penggunaan tenaga listrik menjadi lebih dominan.

Baca juga: Sosok Rafif, Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus yang Tolak Makan Bergizi Gratis demi Guru Honorer

Baca juga: Dari Barang Bekas hingga Ikon Kota, Pasar Maling Semarang Kini Bangkit Lewat New PM

Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, mengatakan kehadiran PHEV menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin masuk ke era elektrifikasi namun masih memiliki kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya maupun jarak tempuh kendaraan listrik murni.

"Bahasa sederhananya, kendaraan PHEV bisa dicas dan bisa diisi bensin. Jadi pengguna mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi tanpa perlu khawatir jika belum menemukan stasiun pengisian daya," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Bobby, hingga saat ini kendaraan berbahan bakar bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) masih mendominasi pasar otomotif nasional. 

Untuk di Jawa Tengah sendiri kendaraan model ICE mencakup 80,3 persen sedangkan di Semarang sekira 75,5 % .

Namun di sisi lain, biaya operasional kendaraan konvensional sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga BBM yang sulit diprediksi.

Kondisi tersebut membuat konsumen mulai mencari kendaraan yang lebih efisien. 

Salah satu pilihan yang muncul adalah PHEV karena mampu memanfaatkan energi listrik untuk sebagian besar aktivitas berkendara sehari-hari.

"PHEV hadir sebagai opsi. Bagi masyarakat yang belum siap langsung menggunakan kendaraan listrik murni, teknologi ini bisa menjadi langkah awal menuju elektrifikasi," katanya.

Secara teknis, kendaraan PHEV lebih banyak menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. 

Mesin bensin hanya berfungsi sebagai pendukung saat dibutuhkan tenaga tambahan atau ketika daya baterai menurun.

Pada kecepatan rendah hingga aktivitas harian di perkotaan, kendaraan dapat berjalan menggunakan tenaga listrik. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved